Astra Financial, Solusi Inklusi Keuangan di Era Industri 4.0

Tahun 2010, pertama kalinya saya terjun ke dunia kerja. Decak kagum menghiasi suasana hati saya, lantaran saya diterima kerja di perusahaan otomotif di Jakarta. Dari ratusan pelamar kerja, bisa dihitungan jari orang yang lulus seleksi, dan saya salah satu diantaranya. Dari beberapa orang yang lulus seleksi, hanya saya yang lulusan SMA, sedangkan yang lainnya adalah lulusan SMK yang notabennya sudah memiliki keahlian di bidang otomotif.

Dari kampung menuju Jakarta, rasanya tidak sia-sia perjuangan ini. Setelah perjanjian kontrak kerja berlangsung, saat itu juga dibagikan nomer rekening dan kartu ATM sebagai payroll atau sistem penggajian karyawan. Payroll yang digunakan saat itu adalah Payroll PermataBank, dimana perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan PermataBank. PermataBank sendiri merupakan perusahaan di bawah naungan Astra Fiancial.

Awalnya saya sempat tidak percaya jika harus menggunakan bank sebagai sistem pembayaran gaji. Kekhawatiran muncul lantaran saya belum pernah mengenal bank, apalagi mengakses ATM. Perasaan takut gaji tidak terkirim, salah tekan tombol, salah kirim uang dan sebagainya telah menghantui perasaan saya. Maklum saya hanya anak kampung, bahkan di desa saya sendiri belum banyak layanan seperti perbankan.

Namun seiring berjalannya waktu saya semakin menguasai dan mulai terbiasa dengan mesin ATM. Bahkan kemudahan mengakses transaksi menggunakan PermataMobile dengan mudah bisa saya lakukan. Jika sebelumnya transfer uang harus melalui ATM, kini bisa saya lakukan hanya dengan bermodal smartphone. Tidak hanya itu kemudahan transaksi untuk mengisi pulsa, membeli token listrik, ataupun membayar tagihan lainnya bisa dengan mudah saya lakukan melalui PermataMobile.

Tantangan Inklusi Keuangan di Indonesia

 Setelah tiga tahun bekerja, saya harus menelan pil pahit lantaran pemutusan hubungan kerja akibat kontrak kerja telah habis. Dengan berat hati saya kembali pulang ke kampung halaman di desa Kemantren, Grobogan, Jawa Tengah.

Suasana pun berubah drastis, dari gedung pencakar langit yang setiap hari saya pandangi, kini berubah hamparan sawah menguning di depan rumah, kemacetan pun juga tak tampak di kampung saya, yang ada hanyalah kerbau dan grombolan bebek yang jalan secara berurutan. Kondisipun berubah sedemikian rupa, termasuk layanan keuangan jarang sekali saya temui.

Disinilah saya baru merasakan betapa pentingnya lembaga atau penyedia layanan keuangan di daerah-daerah, ini tentunya menjadi tantangan Inklusi keuangan di Indonesia. Berikut ini beberapa permasalahan yang menjadi tantangan inklusi keuangan:

1. Sulitnya menemukan lembaga atau penyedia layanan keuangan di desa atau daerah tertinggal

Bisa dipastikan, layanan keuangan belum merata hingga ke desa kami. Belum banyaknya cabang perbankan atau ATM yang tersebar luas di desa, membuat saya harus ke kota terlebih dahulu untuk dapat mengakses layanan perbankan. Tapi, untungnya saya masih terbantu dengan adanya PermataMobile, yang bisa saya gunakan untuk segala bentuk transaksi secara online.

2. Rendahnya kepedulian terhadap literasi keuangan
Rendahnya kepedulian masyarakat terhadap literasi keuangan juga menjadi tantangan. Masih banyak dari masyarakat di desa unbanked alias jauh dari sentuhan bank, dimana mereka lebih nyaman menyimpan uang mereka dibawah bantal dari pada di Bank. Bahkan mengintip keseharian Ayah saya saja, masih menyimpan uang hasil usaha di lemari pakaian. Ini artinya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan masih sangat rendah atau akses masyarakat yang masih terbatas.

3. Pengembangan aplikasi fintech yang berlum dapat diakses di daerah tertinggal
Mungkin jika kita melihat di kota-kota besar, sudah mulai adanya peningkatan inklusi keuangan, dengan berbagai pengembangan yang dikaitkan dengan teknologi keuangan seperti adanya aplikasi fintech dan lain sebagainya. Namun kemudahan yang ditawarkan tersebut belum mampu diserap oleh masyarakat di desa atau daerah tertinggal. Oleh karena itu perlunya inovasi dan perluasan layanan keuangan hingga ke plosok nusantara, agar inklusi keuangan dapat meningkat secara merata.

Peran Astra Financial, menjawab tantangan Inklusi Keuangan

Jika melihat tantangan di atas, solusi utama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia adalah menyediakan akses layanan keuangan yang mudah dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Astra Financial hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

Astra Financial yang merupakan Divisi Jasa Keuangan PT. Astra International Tbk, menaungi sebelas penyedia layanan keuangan yang meliputi:

1. Perbankan: PermataBank
2. Pembiayaan: Astra Credit Companies (ACC), Federal International Finance (FIF), Toyota Astra Finance (TAF), Surya Artha Nusantara Finance, Komatsu Astra Finance
3. Asuransi GeneraI: Asuransi Astra,
4. Asuransi Jiwa: Astra Life,
5. Modal ventura: Astra Ventura,
6. Fintech: Astra Welab Digital Artha
7. Dana Pensiun: Dana Pensiun Astra.

Permata Bank, solusi mengatur keuangan

Permata Bank telah berkembang menjadi bank swasta utama dengan berbagai produk dan jasa inovatif yang memberikan layanan keuangan menyeluruh secara sederhana, cepat, dan bisa diandalkan. Saya sendiri merasa terbantu dengan adanya payroll Permata Bank, menggunakan layanan berupa kartu ATM, serta pelayanan lainnya yang membantu mengatur keuangan.

Selain itu saya juga menggunakan layanan PermataMobile X, apapun bisa saya lakukan mulai dari transfer uang, isi pulsa, hingga membayar tagihan. Selain PermataMobile X, ada juga layanan lainnya seperti ATM, PermataMobile X, PermataNet, E-Form, E-Statement, E-Wealth, E-Business dan API Banking.

Astra Credit Companies (ACC), memberikan kemudahan layanan pembiayaan

Untuk meningkatkan inklusi keuangan perlunya kemudahan layanan pembiayaan. Hal ini dirasakan oleh sahabat saya ketika ingin membeli kendaraan pribadi. Jika harus membayar secara tunai, tentu sangat memberatkan bagi sahabat saya. Oleh karena itu perlunya layanan pembiayaan untuk memudahkan, Astra Credit Companies (ACC) solusinya.

Berkat ACC, sahabat saya bisa memiliki mobil Ayla yang menjadi idamannya, tentunya melalui rekomendasi saya. Tidak hanya itu, pelayanan asuransi melalui garda oto juga tidak terlupakan demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Selain ACC, ada juga layanan pembiayaan lainnya dibawah naungan Astra Financial, yaitu Federal International Finance (FIF), Toyota Astra Finance (TAF), Surya Artha Nusantara Finance, Komatsu Astra Finance.

 Astra Life, asuransi jiwa perlindungan untuk keluarga

PT ASTRA AVIVA LIFE (Astra Life) adalah perusahaan asuransi jiwa patungan PT Astra International Tbk dan Aviva International Holding Limited mampu menjadi solusi perlindungan untuk keluarga. Berbagai pilihan produk dipasarkan melalui kanal-kanal distribusi, baik produk-produk asuransi jiwa perorangan maupun perusahaan. Jeripayahnya selama 4 tahun beroperasi, Astra Life telah mencapai pertumbuhan perusahaan yang sangat baik dengan lebih dari 1 juta tertanggung untuk menikmati layanan ini.

Astra Fiancial Mendukung Fintech hingga pameran GIIAS

Seiring berkembangnya industry 4.0, dimana teknologi informasi telah mengalami perkembangan yang pesat. Tentunya, fintech atau teknologi finansial menjadi salah satu solusi yang bisa diandalkan. Dengan berbasis jaringan internet, teknologi ini mampu menawarkan layanan keuangan yang lebih mudah diakses. Layanannya pun meliputi beragam aspek, mulai dari investasi dana hingga peminjaman modal.

MAUCASH dari PT. Astra Welab Digital Artha yang merupakan bagian dari Astra Financial, Salah satu bentuk inovasi yang termasuk dalam teknologi finansial. Layanan ini memungkinkan masyarakat termasuk mereka yang tinggal di pelosok daerah untuk mendapatkan akses mudah saat membutuhkan tambahan modal. Selain itu, fintech ini juga telh diawasi oleh OJK yang berarti aman dan bebas penipuan.

Tidak hanya itu Astra Financial juga melakukan pendekatan melalui pemeran berkelas berskala internasional yaitu GIIAS 2019. Jadi jangan lewatkan pameran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show). Rekan-rekan bisa menelusuri lebih lengkap mengenai jasa keuangan Astra Financial, langsung saja hadir ke acara GIIAS 2019 di ICE BSD City, kalian juga bisa dapatkan berbagai program promo menarik dan keseruan di booth Astra Financials.

Itulah usalan singkat bahwa Astra Financial mampu menjawab atas tantangan inklusi keuangan di Indonesia. Semoga informasi di atas bisa menjadi motivasi kita untuk terlibat dalam usaha meningkatkan inklusi keuangan sekaligus pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Semoga Inklusi Keuangan di Indonesia semakin meningkat, terlebih banyak masyarakat mampu mengakses layanan keuangan dengan mudah.

 

 

* Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Jurnalis & Blogger Astra Financial 2019 (KJBAF 2019)

Sumber dan Referensi:

Tantangan Inklusi Keuangan di Indonesia dan Cara Menghadapinya

https://www.alinea.id/infografis/literasi-keuangan-kunci-terhindar-dari-investasi-bodong-b1Uut95u

https://maucash.id/product.html