Koperasi-ku Gaul, UMKM-KU UNGGUL

KOPERASI KeKINIAN di ERA MILENIAL

Mendengar kata “KOPERASI” tak ubahnya mendengar kata Toko maupun Warung. Sering kita jumpai koperasi yang hanya berupa toko kecil di sekolahan ataupun minimarket di perkantoran. Begitulah image koperasi yang tak lepas dari peranan UMKM.

Namun sangat disayangkan, masih banyak dari kalangan generasi muda yang masih tidak paham dan mengerti tentang peranan Koperasi yang sesungguhnya.

Anggapan mereka, Koperasi itu hanya sebatas toko atau warung yang hanya mencari penghasilan semata. Melihat fenomena seperti ini, tentu tidak salah jika kita menilik eksestensi Koperasi sekarang ini.

Zamannya sudah berubah, sekarang bukan jamannya orde baru yang ketika itu koperasi menjadi poros kegiatan perekonomian masyarakat, tidak hanya di perkantoran pemerintah namun di setiap desa, bahkan di setiap sekolah maupun perguruan tinggi.

Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini yang telah didominasi oleh generasi millenial. Koperasi layaknya barang antik, lembaga jadul yang hanya di koordinir oleh para orang tua saja.

Koperasi sudah seharusnya melakukan perubahan. Diperlukan Re-branding Koperasi agar generasi millenial ikut serta menjadi bagian pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang akan memajukan UMKM di masa depan.

Koperasi adalah lembaga ekonomi yang tertulis dalam UUD 1945. Koperasi sesungguhnya adalah sebuah sistem ekonomi modern untuk menciptakan keadilan dan pemerataan kesejahteraan.

Re-Branding Koperasi di Era Milenial

Mendengar kata “Rebranding” yang tersirat dalam benak kita, hal ini merupakan langkah untuk menuju perubahan besar. Begitu juga dengan konsep Re-branding Koperasi bagi generasi milenial yang telah digulirkan oleh Kemenkop dan UKM.

Re-branding koperasi bukanlah menjadi langkah yang mudah mengingat semakin tak terlihatnya peran koperasi bagi generasi milenial.

Hal yang dilakukan untuk rebranding koperasi disini, tentu tidak harus merubah nama ataupun logo melainkan membuat perubahan besar untuk merangkul generasi milenial dalam menggerakan ekonomi nasional melalui koperasi.

Bisa dikatakan bahwa rebranding koperasi, merupakan langkah yang tepat untuk kembali mengajak dan memberikan peluang bagi generasi muda kita turut serta dalam mewujudkan sebuah sistem ekonomi masa depan yang modern.

Saya sebagai generasi milenial tentu menginginkan perubahan “Koperasi untuk milenial” yang mendukung minat generasi muda sekarang ini. Nah, berikut ini adalah konsep dimana koperasi harus bertransformasi dalam mengemas bentuk rebranding koperasi untuk kalangan millenial agar menarik minat mereka dan mau berkecimpung membangun koperasi yang kekinian.

Koperasi Digital

Zaman sudah berubah. Oleh karena itu, bila tidak menerapkan digitalisasi ekonomi maka koperasi dan UKM di Indonesia akan ketinggalan dan tergilas dalam peta persaingan usaha.

“Kemajuan teknologi informasi sulit dibendung. Bila koperasi dan UKM tidak mengikutinya akan ketinggalan”,

– Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram

Start-Up Berbasis Koperasi

Start-up merupakan kemajuan berbasis teknologi yang tidak bisa dibendung keberadaanya. Bahkan UKM bertajuk start-up sudah menjamur dimana-mana. Start-up tidak hanya memudahkan untuk berinteraksi namun menjadi solusi permasalahan yang ada di lingkungan masyarkat.

“Latar belakang dibuatnya aplikasi (www.lamikro.com) ini karena selama ini, pelaku usaha mikro banyak mengeluhkan tentang susahnya membuat pembukuan atau akuntasi keuangan dengan benar yang disyaratkan lembaga keuangan”

– Deputi bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian
Koperasi dan UKM, Prakoso BS

Komunitas Koperasi

Komunitas merupakan ajang perkumpulan generasi millenial yang mampu mendongkrak terciptanya visi dan misi dalam satu tujuan.
Dengan kondisi bonus demografi yang dimiliki Indonesia sekarang, ditangan generasi inilah masa depan koperasi Indonesia.

“Generasi milenial yang akan memiliki koperasi di masa depan – pada acara diskusi Pemuda dan Rebranding Koperasi di Era Milenial

Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi
Sembiring

Koperasi Digital

“Kemajuan teknologi informasi sulit dibendung. Bila koperasi dan UKM tidak mengikutinya akan ketinggalan”,

– Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram

Perkembangan teknologi kini menjadi pusat perhatian generasi muda dalam memudahkan berbagai aktifitas sehari-hari. Semua nampak dipermudah untuk mendapatkannya hanya dengan sentuhan jari.

Tak ubahnya dengan teknologi yang berkembang semakin pesat, mengharuskan kita untuk berlari semakin cepat agar tidak tertinggal dengan arus teknologi yang semakin hebat.

Begitu juga dengan koperasi, untuk bercengkrama dengan generasi milenial tentu langkah yang tepat adalah ber-transformasi menjadi koperasi digital. Dimana digital memiliki peranan penting bagi generasi muda masa kini.

Koperasi yang dulunya hanya berupa toko offline sudah saatnya kini memiliki toko online. Prosesnya yang sulit dengan persyaratan yang rumit kini harusnya dipermudah dengan konsep yang bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

 “Dalam menciptakan koperasi yang berkualitas, kita menggulirkan motto tidak ada koperasi tanpa IT, tidak ada koperasi tanpa pelatihan, dan tidak ada koperasi tanpa transaksi”, – Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram

Itu artinya Koperasi harus mengusung konsep digital yang mampu memberikan kemudahan bagi generasi millenial untuk ikut serta dalam membangun koperasi untuk millenial. Nah, berikut ini merupakan salah satu contoh konsep koperasi digital:

Koperasi Punya Toko Online

Koperasi tidak harus monoton dengan toko yang hanya dikelola secara offline. Layaknya e-commerce, koperasi juga harus memiliki toko online berupa website atau aplikasi yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun.

Jadi anggota Koperasi hanya modal sentuh

Persyaratan yang mudah dalam menjadi bagian dari koperasi tentu mampu meningkatkan minat generasi millenial untuk turut bergabung membangun koperasi millenial. Bermodal smartphone dan akses internet tentu bisa menjadi solusinya dalam mempermudah sistem dan tata kelolanya.

Layanan Koperasi Tanpa Batas

Koperasi tentu harus memiliki layanan berbasis aplikasi sebagai wadah untuk berbagi keluhan dan informasi berita terupdate. Dengan begitu masyarakat akan semakin mudah dan terintegrasi dengan informasi yang ada.

Harapanya dengan adanya Koperasi berbasis IT, mampu menggugah minat generasi millenial untuk turut serta dalam membangun Koperasi Indonesia yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman.

START-UP Berbasis KOPERASI

“Latar belakang dibuatnya aplikasi (www.lamikro.com) ini karena selama ini, pelaku usaha mikro banyak mengeluhkan tentang susahnya membuat pembukuan atau akuntasi keuangan dengan benar yang disyaratkan lembaga keuangan”

– Deputi bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian
Koperasi dan UKM, Prakoso BS

Start-up memang menjadi primadona bisnis di Indonesia. Tak menutup kemungkinan pertumbuhanya yang sangat pesat akan mengalahkan usaha yang tidak memiliki inovasi.

Begitu juga koperasi yang bisa dikatakan telah melewati masa kejayaannya. Seiring berjalananya waktu tentu ini akan menjadi boomerang bagi kemajuan koperasi di Indonesia. Pasalnya, produk yang ditawarkan startup mampu bersaing dengan pelaku Koperasi maupun UKM.

Apa jadinya jika koperasi dan UKM hanya stagnan tanpa bergerak maju mengiringi perkembangan startup yang kian maju dengan berbagai aplikasi pendukungnya. Tentu koperasi akan tergilas dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Lantas apa yang harus dilakukan koperasi agar tetap eksis sebagai penggerak perekonomian di era modern yang berkembang pesat sekarang ini? Jawabanya adalah Startup berbasis Koperasi.

Koperasi tentu tidak hanya mampu mengembangkan konsep startup, tetapi juga bisa melakukan kerja sama dengan startup berkembang yang mampu mendorong kalangan millenial untuk berkontribusi dalam membangun dan menciptakan usaha baru dan mandiri.

Solusi startup berikut ini tentu dapat dilakukan untuk rebranding koperasi sebagai motor bagi generasi muda menciptakan hal baru yang dapat menggerakan perekonomian nasional dengan berbasis koperasi start-up.

Koperasi Start Up, Membangun Generasi Millenial untuk Berkarya dan Mandiri

Koperasi sebagai Wadah Start Up

Koperasi bisa menjadi wadah bagi para start-up di Indonesia. Dengan menjembatani para pengiat start-up tentu ini bisa menjadi solusi agar koperasi memiliki peranan penting dalam mengembangkan start-up yang berkeadilan.

Bekerjasama dengan Startup Berkembang

Banyak startup berkembang yang mampu mendukung dan menjadi motor bagi generasi millenial untuk berkembang. Koperasi juga mampu bekerja sama dengan startup dalam lingkup mengembangkan perekonomian nasional bersama generasi muda.

Mengembangkan Startup berbasis Koperasi

Tidak menutup kemungkinan koperasi akan memiliki startup yang bisa dikembangkan dengan berbasis koperasi. Tentunya hal ini akan menarik generasi muda untuk tetap berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan perekonomian bangsa Indonesia.

“Dengan menggunakan Aplikasi Laporan Keuangan Akuntansi ini diharapkan para pelaku usaha mikro seluruh Indonesia dapat memonitoring aktivitas keuangannya.” – Deputi bidang Kewirausahaan dan Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, Budi Mustopo

Lamikro merupakan salah satu produk hasil startup developer aplikasi untuk memudahkan monitoring laporan keuangan bagi para pelaku usaha mikro dalam bentuk aplikasi.

Startup tentu menjadi solusi berkembangnya pelaku usaha berbasis online untuk mendukung aktifitas koperasi yang akan meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku usaha.

Dengan adanya startup yang berbasis koperasi, harapanya para pelaku startup turut berkontribusi dalam membangun koperasi kerakyatan yang berkeadilan.

Konsep ini tentu membutuhkan waktu lama, namun saya yakin dengan adanya startup berbasis koperasi, perkembangan startup yang ada di Indonesia akan semakin pesat dan maju.

Semakin banyaknya startup yang turut serta dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis koperasi, tentu akan meningkatkan citra koperasi yang tidak hanya untuk para orang tua.

Sehingga startup berbasis koperasi mampu menjadi pendukung generasi muda kita dalam mengembangkan produk startup untuk meningkatkan kesejahteraan koperasi dan UKM.

Komunitas Koperasi

“Generasi milenial yang akan memiliki koperasi di masa depan”  (pada acara diskusi Pemuda dan Rebranding Koperasi di Era Milenial)

– Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi
Sembiring

Komunitas kini bukan merupakan sebatas perkumpulan biasa. Perkembangan teknologi yang sangat pesat nyatanya tidak menyudutkan generasi muda kita menjadi sesosok yang individualis. Mereka mampu bersosialisasi dengan kebanyakan orang tanpa harus melalui tatap muka bermidalkan teknologi.

Dengan memiliki visi misi yang sama mereka mampu membuat komunitas tanpa mengenal deket antara orang yang satu dengan yang lainya. Inilah sebabnya komunitas kini menjadi wadah generasi milenial sebagai ajang mengekspesikan diri mereka.

Layaknya seorang blogger tentu memiliki komunitas untuk berbagi pengalaman hidup mereka. Begitu juga dengan komunitas fotografer tentu mereka bersama komunitasnya berbagi informasi dan saling belajar terkait fotografi.

Pentingnya komunitas tentu mampu mendukung adanya perubahan demi sebuah tujuan. Untuk melancarkan konsep Rebranding Koperasi itu sendiri tentu dibutuhkan yang namanya komunitas.

Komunitas dibentuk tentu agar setiap anggota yang terdiri dari generasi milenial mampu berkontribusi dalam pertemuan forum baik itu secara offline maupun online. Dengan begitu informasi seputar perkembangan koperasi mampu dengan cepat menyebar kepada masyarakat terutama dikalangan milenial.

Dengan adanya komunitas koperasi solusi untuk terciptanya “Koperasi untuk Milenial” akan dapat terwujud dan mampu memberi peran positif untuk kedepannya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan adanya komunitas koperasi di masa yang akan datang.

Komunitas koperasi generasi milenial tentu mampu menjadi gerakan sosialisasi yang sangat masif jika dilakukan. Dan pastinya akan banyak generasi milenial yang tersadarkan pentingnya berkoperasi.

Berikut ini adalah salah satu contoh langkah mudah rebranding koperasi dengan adanya komunitas koperasi dengan cara yang kekinian, agar koperasi sekarang menjadi koperasi eranya generasi milenial.

Rapat Koperasi Bisa Dilakukan Secara Online

Komunitas yang termasuk kedalam anggota koperasi bisa mengikuti rapat anggota koperasi yang dilakukan secara online.

Sosialisasi dan Edukasi Program koperasi

Komunitas koperasi mampu melakukan sosialisasi dan edukasi program koperasi melalui media baik online maupun offline.

Membangun Jaringan Antara Anggota Koperasi

Dengan adanya Komunitas Koperasi tentu akan menambah jaringan untuk mengembangkan unit usaha bagi para pelaku UKM.

Kesimpulan

Re-branding Koperasi tentu akan membuat perubahan, namun ditangan kitalah generasi millenial yang mampu membawa koperasi berjaya di masa depan.

Re-branding Koperasi tentu memiliki maksud dan tujuan untuk mengenalkan generasi milenial melalui berbagai konsep yang mampu diterapkan dalam perubahan koperasi kedepannya.

Dengan harapan bahwa generasi milenial-lah yang nantinya akan menjadi penerus keberlangsungan koperasi yang akan datang sebagai tombak perekonomian kerakyatan secara modern.

Langkah tepat ini menjadi keharusan bagi generasi milenial kita untuk sadar betapa pentingnya berkoperasi untuk memajukan perekonomian bangsa ini.

Dengan adanya konsep re-branding koperasi semoga koperasi Indonesia mampu kembali berjaya dan makin kekinian di era generasi milenial.

Koperasi Masa Depan

Koperasi Gen-Millenial

Artikel Ini diIkutsertakan dalam kompetisi Blog yang diselengarkan oleh Kementrian Koperasi dan UKM dengan Tema : Rebranding Koperasi di era Milenial

Sumber Referensi:

http://www.depkop.go.id/uploads/tx_rtgfiles/edisi_september_2017.pdf

http://www.rmol.co/assets/file/Coomagz_no_08.pdf

http://www.kadin-indonesia.or.id/enm/images/dokumen/KADIN-98-2927-16062008.pdf

Infografik: Adhihermawan.com   Gambar: Freepik.com