Notice: WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/cre4ble/public_html/wp-includes/functions.php on line 5663
Aku, Blogger dan Era Digital - Adhi Hermawan

AKU, BLOGGER & ERA DIGITAL

Menulisku tentu bukan karena paksaan, bukan pula karena pekerjaan, tapi sudah menjadi kebutuhan.

– Seruput kopi di sore hari

Sore hari di atas loteng, menatap ventilasi berukuran 20cm x 40cm berjaring kawat. Kala itu hujan renyai mulai turun, menghembus hawa panas yang sejak siang tadi menggangu konsentrasiku menulis. Ya, kalian tidak salah dengar. Di atas loteng. Sebuah ruangan di antara plafon dan atap rumah yang menjadi tempat persembunyianku.

Di sinilah aku mengaduh nasib. Berselancar di dunia maya, mengarungi samudera rizki melalui tulisan dan karya-karyaku. Walau terkadang terik matahari menyambar, semua tetapku lakukan demi masa depanku.

Aku masih duduk terdiam menatap jendela tanpa kaca itu, memandangi setiap tetesan air yang mulai membasahi kepulan debu. Suasana ini membawaku pergi dalam lamunan sore hari. Tentunya lamunan ini mengisahkan perjalanan diriku dari seorang yang bukan apa-apa menjadi Narablog seperti sekarang ini.

 

“Jika engkau ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun, jika engkau ingin dikenal oleh dunia, maka menulislah.” (Pramoedya Ananta Toer)

Seketika aku mesam-mesem sendiri, membayangkan tulisan tak layak baca yang pernah aku tulis, cerita yang menurutku paling konyol yang pernah aku bagikan. Tiba-tiba wajahku sumringah, membayangkan puluhan penghargaan yang sudah kuterima dua tahun belakangan, ya itu semua dari jeripayahku mengikuti perlombaan blog selama ini.

Terlepas dari hasrat bahagia, aku pun juga termenung muram. Sedih ketika banyak orang yang mulai menghujatku dengan kata-kata yang tak enak didengar. Mereka bilang tulisanku tidak bagus, tidak berbobotlah, tidak layak jadi juara, dan serangkaian kata lainnya tanpa berani menunjukkan jati diri mereka. Bikin galau sih, tapi ah sudahlah!

Walaupun begitu aku tetap bangga menjadi seorang blogger. Karena dari menulis, aku mendapatkan banyak hal, mulai dari teman, pengalaman, wawasan baru, relasi bisnis dan penghargaan. Dan inilah serangkaian kisah hidupku selama berkecimpung di dunia blogging.

Teman Maya Jadi Nyata

Bangga jadi blogger, bisa punya banyak teman

Semenjak terjun ke dunia blogger, perlahan pertemananku mulai meluas. Aku yang dulunya pendiam, kini mulai memiliki banyak teman blogger. Berawal dari saling mengunjungi blog antara satu dengan yang lain, saling bertukar komentar di blog, hingga akhirnya beralih ke media sosial untuk berbagi solusi atas permasalahan blog.

Dari pertemanan di dunia maya, akhirnya berlanjut ke dunia nyata. Beberapa event yang diselenggarakan oleh komunitas ataupun perusahaan tertentu menjadi ajang antar blogger untuk saling bertemu. Dari pertemuan inilah aku mengenal lebih dekat blogger yang sering berinteraksi di kolom komentar blogku. 

Nah, seperti pertemuan pertamaku dengan blogger hits di samping ini, ada teh Langit, mas Firman, mbak Damar, mbak Nunung dan blogger lainnya.

Walaupun kami sudah saling mengenal satu sama lain, tapi di dunia nyata menjadi sedikit berbeda. Awalnya kami canggung untuk menyapa, tetapi setelah kami tahu satu sama lain, suasana menjadi cair dan menyenangkan.

Pertemuan kami sangat langka, karena itulah kami habiskan waktu sebaik mungkin untuk saling berbagi informasi penting tentang dunia blog.

Aku bangga menjadi seorang blogger, karena dari sinilah aku memiliki banyak teman, menemukan teman untuk berbagi kisah dan pengalamanku. Walaupun masih banyak diantara blogger yang belum pernah bertemu, mungkin di lain kesempatan kita bisa betemu dan seru-seruan bareng.

Bertemu Sosok Inspirator

Bangga jadi blogger, bisa bertemu dengan sosok inspirator kita

Bertemu dengan sesama blogger saja bahagia, apalagi jika betemu dengan sosok inspirator kita. Bangga, bahagia, kagum begitulah yang aku rasakan ketika bertemu sosok yang menjadi inspirasiku selama ini. Event festival mutiara yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, beberapa tahun lalu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pasalnya, saya bertemu dengan Ibu Susi Pudjiastuti, sosok menteri yang menginspirasi dari kisah perjalanaan hidupnya.

Tak hanya bertemu, aku juga berjabat tangan dengan beliau, karena saat itu aku hadir sebagai blogger yang menerima penghargaan atas lomba blog yang diselenggarakan oleh kementerian tersebut. 

Betapa bangganya diriku saat itu.

Oh iya, di lain event aku juga bertemu dengan seorang youtuber yang menginspirasiku untuk menjadi youtuber juga seperti dia. Dia  adalah bang David, pemilik chanel gadgetin yang sekarang lagi naik daun.

Harapanku tentunya dengan bertemu sosok inspirator, aku menjadi lebih bersemangat lagi untuk menggapai harapan terbesarku. Sekali lagi, bersama blogger aku bangga karena telah mempertemukan inspirator yang mampu mengubah jalan hidupku. Kira-kita di acara selanjutnya, aku bakalan bertemu dengan inspirator siapa lagi ya…

Liburan Gratis

Bangga jadi blogger, bisa jalan-jalan tanpa budget alias liburan Gratis 

Pengalaman yang tidak kalah menariknya ketika menjadi seorang blogger yaitu bisa merasakan liburan gratis. Kok bisa? jelas bisa dong guys, karena liburan tidak melulu soal budget. Seperti pengalamanku yang sudah-sudah, liburanku tanpa harus keluar biaya hotel, tanpa harus membayar tiket pesawat pulang-pergi dan yang pasti hanya bermodal tulisan.

 

Nah, ini adalah beberapa fotoku saat liburan gratis yang hanya bermodal tulisan di blog.

Mulai dari biaya tiket pesawat, hotel, liburannya semua gratis. Asik kan..

 

Pokoknya aku bangga banget menjadi blogger, karena banyak pengalaman dan hal baru yang aku dapatkan tanpa disangka-sangka. Menjadi blogger tentu tidak hanya membuka wawasanku di dunia maya, tetapi juga di dunia nyata. Maka nikamat tuhan manakah yang kamu dustakan? 

Penghargaan Bikin Bangga

Bangga jadi blogger dengan prestasi yang membaggakan

Semua jejak prestasiku terekam dengan jelas. Awal mengikuti blog competition, prestasi tak kunjungku raih. Aku berusaha lebih keras lagi dengan mempelajari artikel para pemenang. Di lain kesempatan aku mencoba mengikuti perlombaan kembali, dan disitulah rasa bangga menyelimuti tatkala aku dinobatkan sebagai pemenang. Semakin banyak aku membaca, semakin wawasanku bertambah. Sejak itulah aku sering menampakkan namaku di papan juara.

Jangankan aku yang gembira mendengar kabar baik memperoleh juara, orangtuaku pun juga bangga atas prestasi yang selama ini aku raih. Dengan prestasi ngeblogku, aku jadi bisa membiayai kuliahku sendiri, menginginkan barang impian tak harus dengan membelinya, bahkan bisa liburan gratis.

Pastinya kalau kalian blogger ingin juara dalam perhelatan menulis, aku sarankan sih perbanyaklah menulis, rajin membaca, dan pelajari ketentuan lombanya. Seperti halnya sosok blogger yang satu ini. Dia bernama mas @nodiharahap, blogger asal Jakarta yang membuatku menjadi semangat lagi dalam menulis.

Aku terinspirasi karena perjuangannya menapaki jejak perlombaan blog. Mengingatkanku tentang perjuangan yang pernah aku lakukan untuk meraih penghargaan. Begitu juga dengan mas Adhi Nugroho, perjuangannya tersemat jelas, dari prestasinya yang mulai nampak, hingga akhirnya banyak blogger yang memberikan gelar mastah. Pastinya itu sebuah perjalanan, perjuangan dan penghargaan yang layak untuk dibanggakan.

Resolusi 2019

Harapanku menulis di tahun 2019

Memasuki awal tahun, seperti biasa aku disibukkan dengan rencana atau harapan selama setahun ke depan alias Resolusi 2019. Nah, seperti biasa aku selalu mempersiapkan wishlist of the year atau daftar harapan yang ingin aku capai di tahun 2019 ke depan.

Resolusiku di tahun ini terbilang cukup banyak, diantaranya seperti renovasi rumah yang di kampung, pergi umrah bersama keluarga, melepas bujang alias nikah (chiyee). Stop! Oke kali ini aku tidak membahas hal yang satu ini. Berhubung aku sebagai blogger, jadi aku akan bahas resolusiku yang berhubungan dengan menulis saja. Penasaran dengan resolusiku ditahun ini, monggo langsung saja disimak.

1. Menerapkan Pola Ngeblog Sehat
Setahun belakangan ini aku selalu disibukan dengan deadline menulis, entah itu untuk lomba blog, pesanan artikel, ataupun tugas kampus. Bisa di bilang pola hidupku berubah, aku mulai sering begadang, jarang berolahraga, kurang tidur, memaksakan diri untuk terus menulis.

Bahkan yang lebih kacau lagi yaitu sulitnya mengatur pola makan, jadwal makan tidak teratur, sering ngemil, jarang mengkonsumsi sayuran dan bahkan makan berat di waktu tengah malam. Parahkan!

 

Nah, untuk mengatasi permasalahanku di atas, aku membuat resolusi hidup sehat dengan menerapkan pola ngeblog sehat, diantaranya:

  • Sebelum menulis harus olahraga ringan
  • Mengatur posisi duduk ideal
  • Tidak ngemil saat menulis
  • Mengatur jadwal menulis, hindari begadang
  • Tidak makan berat di malam hari saat ngeblog

2. Menambah ladang penghasilan dari blog
Kalau ditanya tujuan ngeblog apa? tentu jawaban selain berbagi pengalaman hidup yaitu menambah penghasilan dari ngeblog, bener gak?. Selama kurang lebih 5 tahun berkecimpung di dunia perbloggeran, banyak sekali benih-benih penghasilan yang saya dapatkan bermodalkan tulisan di blog.

Penghasilan tambahan ini tentunya saya dapatkan dari rajin mengikuti lomba menulis blog, content placement, jasa pasang iklan, jasa infuenzer dan lain sebagainya.

Nah, di tahun ini rasanya sayang kalau kita tidak memanfaatkan peluang untuk melebarkan ladang penghasilan kita melalui blog dengan cara yang masih bisa kita dapatkan. Oleh karena itu beberapa target berikut ini, sebisa mungkin bisa saya capai di tahun 2019 ini, antara lain:

  • Menambah ladang penghasilan dengan mengikuti program affilasi
  • Memonitize iklan di blog yang baru mendapatkan persetujuan dari pihak google

3. Punya Karya Tulis berupa Buku Fisik
Buku di samping ini adalah karya sahabat saya, yang juga seorang blogger. Kegigihannya menulis di blog pribadinya, akhirnya berbuah buku fisik yang menginspirasi. Kini tidak hanya pengunjung blog saja yang bisa menikmati pengalaman kisah hidupnya, tetapi semua orang yang memiliki bukunya.

Andai aku berkesempatan untuk merampungkan novel yang aku garap sejak dua tahun yang lalu hingga sekarang, mungkin ditahun ini akan lahir buku fisik pertamaku.

Pada dasarnya, seorang penulis harus punya karya, karya dalam bentuk apapun yang bisa dinikmati oleh para pembaca. Tapi bagiku, kalau belum memiliki buku hasil karya kita sendiri, tentu rasanya sedikit ada yang kurang. Mudah-mudahan saja aku bisa menyelesaikannya dalam waktu satu tahun ini.

    The End…

    Bangga Jadi Blogger Di Era Digital

    Menjadi blogger di era digital, telah mengubah sedikit banyak hal dalam diriku. Kini seorang Adhi Hermawan bukanlah remaja labil lagi, tetapi sosok paruh baya yang siap mengarungi samudera kata.

    Jadi blogger itu asik, jadi blogger pasti bangga.

     

     

    Discimer

    Artikel ini diikutesertakan dalam Blog Competition NodiHarahap[dot]com

    Sumber Referensi

    https://www.nodhiharahap.com

     

    Copyright

    Teks: Adhi Hermawan
    Foto: Adhi Hermawan
    Ilustrasi: Freepik, Flaticon