Meski Deadline Mengusik, Liburan Tetap Asik dengan ASUS UX391UA

Jenuh kerja butuh liburan, dikejar deadline butuh ASUS.

– Pegasus (Pengemar ASUS)

Liburan, satu kata yang mungkin hampir pudar dalam benak saya. Terakhir liburan sekitar empat bulan yang lalu. Itupun karena saya harus melakukan liputan ke sebuah tempat untuk mencari bahan tulisan. Padahal beberapa bulan sebelumnya lumayan rajin menapakkan kaki ke tempat yang jauh dari hingar-bingar Ibu Kota. Entah itu ke Bandung untuk berburu kuliner enak, ke Bogor menjelajah segarnya udara, atau pulang ke Semarang untuk sekedar silaturahim dengan keluarga.

Jadwal liburan yang biasanya sudah saya agendakan kini beralih menjadi deadline, deadline dan deadline. Seolah tak ada yang bisa saya lakukan selain menyelesaikan pekerjaan. Mau liburan serasa berat, tapi sebenarnya mengabaikan liburan jauh lebih berat dari pada RINDU, bukan!

Sebagai seorang pekerja lepas, banyak sekali lingkup pekerjaan yang mulai berdatangan. Berawal dari hobi menggambar kini saya menjadi desainer grafis, sering menulis artikel di blog menjajakan saya sebagai penulis lepas dan ketika piawai menguatak-atik layout web, kini disibukkan dengan web desain.

Belum lagi beberapa minggu kemarin saya ditantang untuk menjadi konten kreator di platform youtube, tentunya akan menambah lagi rentetan deadline saya.

Sibuk sih, Tapi seru!

Yah beginilah nasib seorang pekerja lepas seperti saya, bebas berekspresi tapi tak lepas juga dari deadline. Bagi kalian yang pernah menyandang gelar freelancer tentunya pahamlah, bagaimana rasanya dikejar deadline. Makan tak enak tidur pun tak nyenyak, apalagi untuk liburan!

Pilih Deadline atau Liburan

Ada cerita dimana antara deadline dan liburan beradu dalam satu waktu. Tentunya cerita ini terkait dengan liburan akhir tahun saya. Sebenarnya untuk liburan kemarin, saya berniat untuk tidak pergi kemana-mana melainkan hanya menetap di rumah untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah diambang batas. Namun karena kedatangan seorang teman yang hampir satu tahun tidak bertemu, akhirnya membuat saya beralih niat.

Panggilannya Hayada, dia adalah teman kerja sekaligus teman penjelajah alam. Saya dari Jakarta, Hayada dari Banten, satu lagi teman kami Alvin dari Jakarta dan Bogor menjadi tempat pertemuan kami. Dulu kami sering melakukan ekspedisi menjelajah berbagai wisata alam yang ada disekitaran Bogor. Pokoknya tiada hari yang kami lewatkan tanpa menjelajah alam, merasakan oase baru yang jarang kami jumpai.

Sejak perusahaan tempat kami bekerja tak mampu lagi menjadi sandaran hidup. Sejak saat itu pula kami berpisah, kembali ke tempat asal kami untuk mencari secercah harapan baru. Hingga akhirnya kami dipertemukan lagi dalam misi yang berbeda.

Kedatanganya tentu bukan tanpa sebab, musibah tsunami yang menerjang Selat Sunda beberapa bulan yang lalu menjadi sebab dia datang ke Jakarta.

Dia datang bukan untuk mengungsi, tetapi untuk mengambil bantuan dari para donatur yang sudah kami kumpulkan.

“Syukurlah air bah dari laut tak sampai ke rumah, jadi semua keluarga selamat, namun desa yang berada diseberang banyak kehilangan rumah dan sanak famili” begitulah jelasnya sambil menyeruput secangkir kopi.

Sebenarnya selain tujuannya bersilaturahim sekaligus membawa bantuan dari para donatur, dia juga ingin mengajak saya bernostalgia menjelajah alam untuk menghilangkan penat. Saya yang masih disibukkan dengan rentetan pekerjaan, dilema memilih antara liburan atau deadline. Namun dalam hati berbisik, saya juga butuh liburan, butuh suasana baru untuk memalingkan penat yang mulai akut dalam pikiran saya. Dengan dalih “anggap saja ini liburan akhir tahun, masa saya hanya berkutik di depan laptop”, akhirnya saya menerima tawarannya untuk pergi menjelajah alam.

LIBURAN ASIK

Liburan Asik, Tapi Masih Bisa Kejar Deadline

Seperti biasa, liburan kali ini kami akan menjelajah alam. Menikmati udara segar, berteduh di bawah rindangnya pohon dan menyapa deruan air terjun. Tidak perlu jauh, cukup di sekitaran Bogor, tak perlu boros asalkan kami bahagia. Saya tak lupa juga menyiapkan amunisi seperti laptop, kamera, handphone dan peralatan lainnya yang bisa digunakan untuk mengabadikan momen, syukur-syukur berguna untuk meminimalisir deadline. Pokoknya yang paling penting saya harus membawa Pegasus saya, yaitu Laptop ASUS kesayangan yang tak pernah saya tinggalkan ketika berpergian, entah itu untuk traveling, mengisi workshop ataupun liburan. 

Sampai di lokasi kami pun memasuki kawasan hijau. Saya begitu sumringah, suasananya adem-ayem dan seketika membuat saya mesam-mesem sendiri saat mengingat masa lalu. Sendal yang copotlah, celana yang melorotlah, godain orang pacaranlah, pokoknya kebanyolan di luar nalar kita yang sekarang.

Tapi, sekarang sudah beda, saya lebih memilih sibuk bersama laptop saya ketimbang mengusili orang lain. Walau bagaimanapun saya harus bisa memanfaatkan liburan kali ini untuk hal yang bermanfaat.

Dikarenakan ada perbaikan jalan di area wisata, jalur kami pun dialihkan menuju persawahan penduduk. Menurut saya lebih seru lewat jalur ini ketimbang jalur biasanya. Dijalur ini saya bisa menikmati rindangnya pohon dan berjalan diantara pematang sawah. Yah, walaupun jalannya berlumpur karena guyuran hujan, tapi tak menyurutkan tekad kami untuk menuju curug yang menjadi tujuan kami yaitu Curug Luewi Hejo.

Baru setengah perjalanan, kami mulai terengah-engah. Nampaknya perjalanan kali ini lumayan melelahkan. Kami pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di gubug yang tidak jauh dari tempat kami berdiri. Sambil menikmati pemandangan, saya pun tak lupa bercengkrama dengan si Pegasus untuk memangkas pekerjaan sedikit demi sedikit.

Menikmati Pemandangan Sawah Sambil Menyelesaikan Tugas.

Saya yang sedang duduk diatas dingklik beratapan daun kering ditemani oleh laptop ASUS, tengah siap memangkas deadline.

Dok.pri

Oh iya, kalian harus tahu! Laptop yang saya gunakan itu adalah laptop ASUS Ultrabook UX32VD. Hampir lima tahun menjadi teman setia saya untuk menghadapi deadline. Dengan bentangan layar 13,3 inch dan bobot 1.49 kilogram, laptop ini memiliki dimensi ringkas untuk dibawa kemana-mana. Karena faktor ringkas inilah yang membuat saya jatuh hati dengan si Pegasus.

Kalau untuk performanya bagaimana?

Meskipun berdimensi ringkas, tentu Pegasus sangat bisa diandalkan, karena dibekali dengan prosesor Intel Core i5-3317U 1.7GHz, RAM 4GB DDR3–1600, dan kartu grafis Intel HD Graphics 4000. Seluruh fisiknya yang dilapisi dengan bahan metal, tentunya membuat laptop ini menjadi sangat kokoh. Jadi tak heran kalau kemana-mana saya selalu membawa laptop untuk menjelajah alam sekalipun karena sosoknya yang kuat dan tangguh. Ya, walaupun belum berstandar military-grade seperti laptop-laptop Zenbook Series keluaran terbaru.

Perjalanan yang hampir satu jam kami tempuh, akhirnya kami dihadapkan dengan pemandangan air terjun yang cukup melegakan jiwa. Tidak sia-sia rupanya, kaki melangkah dengan tergopoh-gopoh kini dibayar dengan pemandangan yang sejuk dan menyegarkan. Amazinglah!

Melihat ada warung di tepian curug, kami pun beristirahat lagi untuk mastikan keringat yang bercucuran kembali kering. Lagi-lagi saya tak melewatkan kesempatan ini hanya dengan berdiam diri. Kembali saya membuka laptop dan melanjutkan desain banner yang sudah dinanti-nanti oleh teman saya.

Sosok Laptop ASUS yang setia menemani saya bertugas.

Sambil ditemani secangkir es kopi dan pemandangan hijau di warung, cukup nikmat untuk menyelesaikan deadline. 

Dok.pri

Setidaknya saya sudah menyelesaikan pekerjaan desain mulai dari awal perjalanan hingga sampai ke Curug Luewi Hejo. Ternyata menggerjakan pekerjaan yang sifatnya deadline sambil liburan, bisa juga kok. Bahkan ide atau konsep desain yang tak terfikirkan sebelumnya menjadi pelengkap inspirasi desain saya. Pastinya ini juga tidak terlepas dari kinerja Pegasus, laptop ASUS yang setia menemani saya. Walaupun sedikit membuat saya jengkel dengan baterainya yang hanya bertahan cuma tiga jam.

Ekspresi saya menikmati Liburan Sambil Kejar Deadline.

Seru juga sih, liburan sambil kejar deadline. Saking serunya saya juga dibikin baper sama orang yang foto disamping saya. 

Dok.pri

Siapa bilang liburan gak bisa kejar deadline?, bagi saya sah-sah saja kita liburan sambil kejar deadline. Asalkan kita masih bisa merasakan nikmatnya liburan. Lagi pula sebagai freelancer, tentu kita sendiri yang mengatur waktu bekerja, jadi kalaupun kerja sambil liburan bisa dilakukan dalam bersamaan tentu mengasikkan, bukan. 

Liburan Asik Bermanfaat

Ternyata liburan akhir tahun saya tidak berakhir di Curug Luewi Hejo saja. Dikarenakan supir yang akan membawa donasi menuju ke lokasi pengungsian korban bencana Selat Sunda sakit, mau tidak mau saya harus menggantikannya karena teman saya tidak bisa mengendarai mobil. Lagi-lagi saya harus berfikir dua kali untuk memutuskan pilihan antara menjalankan amanah untuk menyalurkan bantuan atau menyelesaikan deadline pekerjaan.

Tanpa berfikir panjang saya pun memutuskan untuk melaksanakan tugas ini. Saya yakin jika kita menolong orang lain, suatu saat nanti kita juga akan ditolong mereka. Tentu tak ketinggalan saya membawa Pegasus, siapa tahu tersemat waktu kosong untuk mengunakannya ketika sudah sampai di lokasi. Tugas tetaplah tugas, saya harus bisa membagi waktu sebaik mungkin.

Malam harinya kami sampai di posko utama bantuan korban bencana Selat Sunda, walaupun lelah menyelimuti, tetap saja saya manfaatkan waktu istirahat untuk mengerjakan revisi undangan sebelumnya. Kalo cuma revisi sih tak perlu waktu lama kok. Tapi kalau terus-terusan revisi, arrghh!

Setelah izin didapat, kami pun melanjutkan menuju tempat lokasi pengungsian di daerah terplosok yang jarang dijangkau oleh petugas.

Kami tak menyangka sebelumnya, ternyata memang jalan yang kami tempuh terlampau sulit dijangkau. Pencahayaan minim, banyak jalan berlubang, tak jarang pula ban kami slip dan butuh dorongan. Sekitar dua jam melakukan perjalanan, akhirnya kami sampai di posko pengungsian desa Legon, kecamatan Sumur. Di lokasi inilah yang terparah akibat dampak tsunami beberapa bulan yang lalu.

“Malam sekitar jam 21.30 WIB ada suara gemuruh, terus ada ombak kurang lebih tingginya 12 meter. Ada yang teriak tsunami – tsunami, saya yang habis mandi baru pakai baju langsung keluar rumah dan lari. Kurang lebih 50-an rumah hancur dan korbannya lumayan banyak” Begitulah penjelasan Dedi (23 tahun) yang saya temui di posko bencana.

Menyalurkan Donasi dari para Donatur kepada korban bencana.

Sayapun ikut membagikan donasi kepada anak kecil. Senang juga melihat anak-anak bahagia. 

Dok.pri

Donasi semua sudah kami salurkan, saya begitu lega telah menjalankan amanah ini. Deadline pekerjaan juga serta merta berlalu, ya walaupun ada pekerjaan yang sedikit telat dikirim karena laptop saya keburu kehabisan daya. So far, ini adalah perjalanan sekaligus liburan akhir tahun yang mengasikkan, bisa bertemu dengan kawan lama saya, bertemu saudara baru, bahagia melihat anak-anak bahagia dan yang pasti tidak membuat orang disekitar kita kecewa.

My trip, my deadline, my pegasus. Awesome!

#2019GantiZenBook

Nah, itulah rentetan perjalanan saya bersama laptop ASUS di penghujung akhir tahun yang mengesankan. Walaupun deadline mengusik, tetapi dapat terselesaikan dengan baik tanpa harus membuat orang di sekeliling saya kecewa. Pegasus memang menjadi laptop andalan saya saat dikejar deadline.

Meskipun laptop ASUS UX32VD ini mengesankan bagi saya, bukan berarti laptop ini tidak memiliki kekurangan. Tahun 2019 ini, usia pemakaiannya sudah terbilang hampir lebih dari lima tahun, membuat laptop ini tidak lagi secanggih dulu. Daya simpannya tidak seoptimal dulu, sudah mulai lemot jika untuk membuka aplikasi yang berat-berat, terkadang juga sering mati tiba-tiba, yang mengharuskan saya harus meng-instal ulang sistem operasinya. Pastinya ini adalah sebuah pertanda bahwa laptop ASUS ini lambat laun akan mengakhiri masa purna tugasnya.

Tapi saya tidak kuatir, karena ada laptop yang siap mengantikan tugas Pegasus. Laptop ini berdimensi sama dengan Pegasus, namun karena Bezzelnya yang tipis tentu ukurannya tidak selebar Pegasus, lebih ramping dan simpel. Dan yang lebih mengesankan adalah beratnya yang tidak sampai 1 kg. Tentu akan nyaman jika dibawa kemana-mana tanpa membuat bahu pegal. Langsung saja yuk kenalan dengan ASUS ZenBook UX391UA.

ASUS ZENBOOK UX391UA

Mempersembahkan ASUS ZenBook UX391UA, laptop idaman bagi kalian yang memiliki aktivitas mobile yang tinggi. Perangkat on-the-go yang didesain ultra-portable dengan performa yang tangguh. Mengusung layar berukuran 13,3 inci, dengan ketebalan hanya 12,9 mm. Dilengkapi juga desain ErgoLift yang inovatif dan bodi yang tangguh berstandar militer. Telusuri lebih jauh keistimewahan lainnya…

ASUS Zenbook UX391UA 

Tipis, Ringan dan Ringkas

Kalau sebelumnya liburan harus nenteng Pegasus yang beratnya hampir 1,5 Kg. Beda halnya dengan ASUS ZenBook UX391UA yang beratnya gak sampai 1 kg. Apalagi ketebalannya cuma 12,9 mm, pastinya semakin ringkas untuk dibawa kemana-mana. Menjejalkan laptop diantara baju-baju yang sudah tertata rapi didalam tas tentu tak jadi masalah, karena ultrabook ini tidak akan makan tempat bahkan lebih ringan dari pada laptop bisa.  Jadi kebayangkan sejauh apapun kalian liburan, enggak bikin bahu pegel lagi.

Pokoknya ZenBook S UX391UA sangat cocok untuk kalian yang jarang ditempat, alias nomaden seperti saya. 

Tapi lebih heran lagi, nampaknya laptop ini juga cocok bagi kalian yang suka dikejar deadline kerja. So, dimanapun kalian berada jadi lebih produktif pastinya.

ASUS Zenbook UX391UA 

Kokoh dan Tahan Banting

Meskipun terbilang sangat tipis dan ringkas, bukan berarti ZenBook S UX391UA tidak tahan banting. Asal kalian tahu, laptop ini sudah tersertifikasi Military Grade MIL-STD 810G. Itu artinya bodi dari laptop ini sangat kokoh, tahan banting dan berhasil melewati serangkaian pengujian standar militer. Mungkin masih ada diantara kalian yang tidak percaya, tentu hal tersebut wajar-wajar saja, sebab benda yang semakin tipis biasanya lebih ringkih dan mudah rusak. Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi ultrabook yang satu ini.

Awalnya saya berfikir bahwa Pegasus adalah laptop yang paling kuat, karena bodinya yang berlapis metal. Namun, ketika saya menjumpai ZenBook S UX391UA, ternyata laptop ini jauh lebih kuat dan kokoh.

Memang terbukti kuatnya karena telah dilakukan pengujian diantaranya seperti tes jatuh (drop test), tes guncangan (vibration test), tes penggunaan di ketinggian (altitude test), hingga tes di suhu tinggi dan rendah (temperature test).

Kemanapun bawa laptop tentu tak kuatir terjatuh ataupun terlindas sekalipun.

MIL-STD 810G

ASUS Laptop Quality Test

Low Temperature Test
Hot Temperature Test
Altitude Test
Humidity Test
Drop Test
Altitude Test
Shock Test
Hinge Test
Keyboard Test
I/O Port Test
Twist Test
Panel Presicion Test
Presure Test
Noise and Audio Test
EMI Test

ASUS Zenbook UX391UA 

Lebih Nyaman dan Aman

Dari segi dimensi oke nih, tipis, ringan, dan ringkas. Kalau dari segi bodi cukup kokoh dengan balutan metal dan sudah tersertifikasi pengujian berstandar militer. Tak cukup sampai disitu ternyata ada beberapa hal yang membuat saya terkesan dengan laptop ASUS ZenBook S UX391UA yang satu ini, diantarnya yaitu:

1. Design Inovatif Ergolift
Desain inilah yang membuat layar ZenBook S UX391UA juga berfungsi sebagai penopang bodi, dirancang khusus agar pengguna laptop ini bisa mengetik dengan nyaman.

ErgoLift juga memiliki mekanisme khusus yang memungkinkan keyboard membentuk sudut 5,5 derajat, sudut paling optimal untuk mengetik. Apalagi dengan dukungan keyboard ergonomis yang memiliki travelling distance 1,2 mm.

Nah, disamping ini adalah alat yang saya gunakan untuk menopang si Pegasus ketika sedang bekerja di rumah. Dengan cooling-pad ini selain berfungsi mencegah laptop cepat panas, juga posisi tumpuannya yang membuat saya nyaman untuk mengetik karena laptop sedikit condong ke depan. Tapi kalau sedang bekerja diluar rumah, tentu hal serupa tak bisa saya dapatkan, bahkan sering membuat leher saya pegal karena harus merunduk kaku menatap jari-jari saat mengetik.

2. Keyboard dengan LED Backlight
Kalau ketika lampu mati kita kesulitan untuk mengetik, lain halnya dengan ZenBook UX391UA yang sudah dilengkapi dengan LED backlight. Mengetik di tempat gelap pun akan tetap nyaman ketika menggunakan ultrabook ini. Selain keyboard, touchpad-nya sudah dilengkapi dengan sistem sentuh hingga lima jari. Sangat multitasking tentunya dengan gesturan tangan. 

3. Fingerprint Sensor
Di ujung kanan atas touchpad juga terdapat sebuah sensor sidik jari atau fingerprint. Sensor ini sudah terintegrasi dengan fitur Windows Hello di Windows 10. Wah, pastinya makin muda dan aman pokoknya, karena tidak semua orang memiliki akses untuk masuk ke ranah data pribadi kita. Sampai saat ini pun belum pernah saya memiliki laptop secanggih ini. Sabar!

 

ASUS Zenbook UX391UA 

Performa Mumpuni

Kalau soal performa, tentu ASUS ZenBook S UX391UA tidak bisa diragukan lagi. Sudah pasti lebih tangguh dari Pegasus. ZenBook S UX391UA ini mengusung komponen hardware kelas atas namun memiliki konsumsi daya yang lebih rendah. Ultrabook ini dibekali dengan prosesor Intel Core i7-8550U berkecepatan 1,8 GHz yang dapat dipacu hingga 4,0GHz. Bicara soal prosesor tentu berbeda dengan Pegasus yang hanya memiliki Intel Core generasi ke -3, jauh hingga lima generasi menuju prosesor generasi ke-8 yang telah dimiliki ZenBook UX391UA. Pantes aja Pegasus mulai lemot! 

ASUS ZenBook S UX391UA juga didukung oleh RAM dengan kapasitas hingga 16GB. Sementara penyimpanannya menggunakan SSD dengan kapasitas 512GB, tentunya semakin lega menyimpan data dengan high speed. Ultrabook ini sudah dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 4-cell yang hemat daya sehingga membuat baterai ZenBook S UX391UA bisa bertahan dengan penggunaan hingga 13,5 jam. Jalan-jalan seharian tanpa charger tentu bisa banget!

Spesifikasi

ASUS Zenbook UX391UA

Prosesor

Intel® Core™ i7-8550U processor, 1.8GHz

RAM

16GB 2133MHz LPDDR3 onboard

Dimensi

13.3″ (16:9) LED-backlit FHD (1920×1080).

Sistem Operasi

Windows 10 Home

Storage

512GB PCIe® SSD

Baterai

50Wh 4-cell lithium-polymer battery

Graphic

Integrated Intel® UHD Graphics 620

Interface

Type-C™ USB 3.1 Gen 2 (Thunderbolt™)

Color

Deep Dive Blue, Burgundy Red

 

Nah, itulah performa dari ASUS ZenBook UX391UA yang super tangguh. Pastinya tidak hanya saya yang kepincut dengan bodinya yang ramping dan mudah diajak berpergian (maksudnya laptop ZenBook UX391UA). Display yang berkesan premium banget, dengan bezzel yang semakin ramping membuat laptop ini semakin berkelas. Lapisan warna deep dive blue dan burgundy red jug semakin menebar pesona ketika laptop ini mendekap di antara tangan kita. Harganya yang berkisar 26 juta, memang sangat layak untuk disematkan pada laptop ASUS berkarakter super ini.

So, #2019PakeZenBookSUX391UA

 

KESIMPULAN

Siap Kejar Deadline dengan ASUS ZenBook UX391UA

Dengan performa tangguh pada ASUS ZenBook S UX391UA, tentunya bisa menjadi andalan kita untuk menyelesaikan berbagai macam aktivitas kita, apalagi urusan deadline. Bodinya yang tipis dan ringan, tanpa beban akan jadi pendamping kita untuk menjelajah dunia.

Discimer

Artikel ini diikutesertakan dalam Blog Competition ASUS x Mira Sahid

Sumber Referensi

https://www.asus.com/

https://mirasahid.com/

www.gadgetren.com 

Copyright

Teks: Adhi Hermawan
Foto: Adhi Hermawan, ASUS, Mira Sahid 
Ilustrasi: Freepik, Flaticon