Berada di circle teman yang hobi jalan-jalan membuat saya minder rasanya. Pasalnya, setiap liburan, mereka selalu menyempatkan diri ke tempat-tempat wisata yang lagi hits di seluruh Indonesia. Keinginan menjadi traveler tentu ada, namun hanya sebatas ilusi belaka. Tapi, adanya Traveloka Paylater kesempatan menjadi traveler semakin nyata.

Liburan telah berakhir, saatnya kembali kerja dengan rutinitas biasanya. Tapi ada hal yang tak bisa ditolerir yaitu melihat teman-teman saling bercerita tentang liburan mereka. Ada yang mengunjungi tempat hits yang lagi viral, ada juga yang menikmati alam bebas, biasa mereka menyebutnya dengan “healing”. Hal ini tentu membuat saya minder, karena hanya saya yang tidak sama sekali melakukan traveling saat liburan. Tentunya ada banyak alasan, salah satunya tentu menyoal pengeluaran traveling yang tidak sedikit.

Menjadi seorang traveler adalah impian saya sejak kecil. Bahkan jika ditanya tentang cita-cita, saya selalu menjawab “Ingin berkeliling dunia”. Rasanya pernyataan itu terus melekat di dalam benak saya hingga saat ini, walaupun pada kenyataanya masih jauh dari realita. Pemuda dengan gaji pas-pasan seperti saya memiliki keinginan berkeliling dunia, sungguh mustahil rasanya. Walaupun saya belum bisa berkeliling dunia, setidaknya saya masih berharap untuk bisa berkeliling Indonesia dengan 17 ribu pulau yang tersimpan keindahan dari Sabang sampai Merauke.

Traveling seolah menjadi gaya hidup baru bagi generasi milenial dan anak muda saat ini. Pasalnya, mereka tidak hanya menikmati keindahan wisata di suatu tempat, melainkan mengolahnya menjadi sebuah konten dan mengabadikannya melalui sosial media. Aktivitas traveling seperti ini lantas tak hanya mengabadikan momen semata, tetapi juga membagikan informasi kepada orang-orang terdekat, bahkan follower mereka. Tak bisa dipungkiri, hal tersebut bisa menjadi viral dan hits di tengah masyarakat. Bahagia pun tak hanya sebatas insight dari setiap karya, tetapi juga ikut mempromosikan wisata kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Sudah saatnya menjadi traveller nggak perlu minder, apalagi dengan menjadi traveller akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Keuntungannya pun tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain bahkan tempat wisata yang kita kunjungi. Lalu bagaimana dengan tranportasi, tempat menginap, wisata yang dituju dan budgetnya? Tenang! Semua bisa dibicarakan, tentunya simak kisah saya berikut ini sampai tuntas ya!

Bergabung dengan Komunitas Traveling

Minder menjadi seorang traveler membuat saya tak berkutik. Saat orang lain menikmati liburan ke berbagai tempat, saya hanya diam tak berdaya. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi saya “mereka saja bisa, kenapa saya tidak?”. Saking penasaran, akhirnya saya bergabung dengan salah satu komunitas traveling di Indonesia. Sungguh sederet pertanyaan saya, akhirnya terjawab sudah. Menjadi seorang traveler tak sesulit yang saya bayangkan. Cukup ke luar rumah dan menikmati segala keindahan yang kita temukan, begitulah analoginya.

Sejak saya bergabung dengan komunitas traveling, saya pun tak khawatir lagi untuk memulai perjalanan panjang menyusuri setiap keindahan yang tersembunyi. Dari komunitas, saya belajar bayak hal tentang traveling. Traveling tak harus mahal, tak harus sendiri dan kita bisa saling berbagi pengeluaran (share cost) saat melakukan perjalanan bersama-sama, dengan begitu akan lebih memangkas biaya dan traveling pun menjadi lebih murah.

Seiring perjalanan waktu saya pun bergabung lebih dari satu komunitas dan masing-masing komunitas memiliki tujuan berbeda-beda. Couchsurfing Indonesia misalnya, komunitas ini berawal dari aplikasi bernama Couchsurfing. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi khusus traveling yang hits di berbagai belahan negara. Tujuannya yaitu memudahkan para traveler menemukan partner yang bersedia menyediakan tempat untuk tinggal dan menjadi pemandu untuk berkeliling ke wisata di kota tersebut. Karena aplikasi ini merupakan aplikasi mancanegara tentu kita tidak hanya berinteraksi dengan orang lokal tetapi juga pelancong dari berbagai negara.

Sebagai couchcraser saya pun seringkali mengikuti perkumpulan yang diadakan untuk saling mengenal satu sama lain. Komunitas ini juga kerap mengadakan traveling bersama berkeliling Indonesia setiap bulannya, tentunya dengan media share cost. Tak hanya itu, setiap perwakilan kota juga sering mengadakan pelatihan bahasa untuk meningkatkan skill bahasa seperti bahasa Inggris, Arab, Jerman dan sebagainya. Jadi, bagi traveler yang masih sulit berkomunikasi menggunakan bahasa asing, komunitas ini sangat cocok meningkatkan skill bahasa kalian.

Saya juga bergabung dengan salah satu komunitas yang bergerak dari sisi spiritual yaitu Backpaker Jelajah Masjid. Komunitas ini terbentuk dari komunitas utamanya yaitu Backpaker Jakarta. Jadi selain traveling mengunjungi masjid-masjid se-nusantara, komunitas ini juga seringkali mengadakan kegiatan sosial seperti bersih-bersih masjid dan juga penggalangan dana untuk memperbaiki masjid yang rusak. Menjadi bagian dari komunitas, selain menjaring informasi tentu juga bisa menambah pertemanan. Hal ini juga melatih kita berinteraksi dengan orang sekitar, tatkala kita melakukan perjalanan sendiri. 

Menjadi Traveler Sekaligus Influencer

Seiring berjalannya waktu, jiwa untuk mempromosikan wisata semakin kuat. Orang mulai bertanya tentang wisata yang saya kunjungi, spot foto yang instagramable, bahkan jalur menuju ke wisata tersebut. Tentunya ini merupakan respon positif, saya pun dengan senang hati berbagi informasi mendetail tentang wisata tersebut. Ini baru melalui status WA, bagaimana jika saya mempostingnya melalui instagram dan media sosial lainnya, tentunya akan semakin banyak orang yang terpengaruh. Secara tidak langsung saya telah menjadi influencer walaupun dalam lingkup yang masih sedikit. 

Bergabung dengan komunitas saya pun seringkali mendapatkan pencerahan dari para kreator sekaligus influncer. Mereka seolah menikmati profesi mereka menjadi traveler paruh waktu. Mereka bekerja sesuai passion, bahkan hampir setiap hari menghabiskan waktu berburu konten dan wisata ke daerah-daerah. Hal inilah yang memacu saya untuk mengikuti jejak mereka, walaupun terkadang saya masih ragu untuk melangkah lebih jauh.

Disela pertemuan, saya berkenalan dengan salah satu traveler yang juga merupakan influencer Jogja. Pemuda yang bernama Aditiya ini berbagi banyak pengalaman dengan saya. Dia menceritakan awal hobinya terjun di dunia traveling hingga menjadi solo traveler seperti sekarang ini. Sama seperti yang saya rasakan sejak awal, bahwa menjadi traveler tentu menghabiskan banyak uang. Namun jika mengetahui celahnya, justru kita bisa mendapatkan penghasilan.

Menjadi traveler sekaligus influencer tidak menutup kemungkinan kita berkesempatan mendapatkan tawaran atau istilah lainnya yaitu  “endorese” untuk mempromosikan wisata yang ada di Indonesia. Bahkan secara tidak langsung kita bisa jalan-jalan tanpa budget, karena segala akomodasi sudah dipersiapkan dari pihak pariwisata. Tentunya dengan timbal balik kita mempromosikan wisata tersebut melalui akun media sosial kita. Dari sinilah saya terpacu untuk menjadi solo traveler sekaligus influencer!

Bagaimana? Seru bukan!

Sebagian orang tentu berfikir bahwa menjadi traveler sekaligus influencer, tidak sedikit modal yang harus dikeluarkan. Berbagai perlengkapan konten seperti kamera, properti dan aksesoris tentunya menjadi modal awal. Belum lagi  persiapan seperti transportasi, tempat menginap dan bahkan biaya masuk wisata. Semua itu tentunya menjadi penghambat seseorang untuk melangkah menjadi traveler bukan!

Lantas, bagaimana dengan nasib saya dengan gaji pas-pasan tapi bisa menjadi seorang traveler. Akhirnya dengan perlengkapan seadanya saya mulai petualangan ini bermodal smartphone, walaupun kualitasnya jauh dari kata sempurna. Jika kita tidak memulainya, terus kapan lagi? Toh banyak yang jadi influencer bermodal handphone saja. Jika untuk traveling ke luar kota memerlukan budget yang tidak sedikit, tak ada salahnya mulainya dengan menelusuri wisata terdekat, tentu akan lebih menghemat budget. 

Pernah suatu ketika saya kehilangan dompet yang mana uang di dalam dompet tersebut saya persiapkan untuk membayar penginapan. Alhasil, dengan terpaksa saya pun harus tidur di telasar masjid yang berada di pinggir jalan.  Ketakutan dan kekhawatiran untuk melakukan perjalanan jauh tanpa partner seringkali menjadi hambatan, apalagi dengan budget yang minim. Bisa saja saya kehabisan ongkos, bahkan tak bisa pulang ke rumah. Tapi sekarang, meski dengan budget pas-pasan saya tak perlu khawatir berpergian, karena ada Traveloka Paylater yang jadi solusi!

Traveloka Paylater Sahabat Traveler, Jujur Guna Banget!

Mengetahui adanya fitur Traveloka Paylater tentu menjadi angin segar buat saya. Walaupun sebelum adanya fitur ini, saya juga sangat terbantu dengan munculnya Lifestyle Super Apps Traveloka. Dulu, saya harus berangkat lebih awal ke terminal agar mendapat posisi duduk paling depan saat memesan Bis. Sekarang tanpa antri dan berangkat lebih awal, saya dengan mudah dapat memesannya melalui aplikasi Traveloka.

Begitu juga dengan wishlist destinasti yang merupakan resolusiku di tahun ini, tentunya akan lebih mudah dan terencana dengan baik jika memanfaatkan aplikasi yang multiguna ini. Apalagi ditambah dengan adanya fitur Traveloka Paylater. Tentu akan semakin seru bukan!

Jujur, adanya Traveloka Paylater berguna banget! 

Pernah gak sih kalian, jauh-jauh hari menentukan waktu liburan tapi ketika waktunya tiba gagal karena budget yang belum terkumpul. Atau kalian pernah membatalkan ke destinasi impian karena tiket pesawatnya seharga gaji kalian tiap bulannya. Tentu pernahkan!

Adanya Traveloka Paylater tentu membantu kita para traveler untuk lebih mudah mengatasi masalah saat akan melalukan perjalanan. Kita bisa mencicil pembayaran tiketnya dalam tenor tiga bulan atau bahkan lebih. Tentunya akan lebih ringan ketimbang harus membeli tiketnya secara cash. Menggunakan layanan ini juga memudahkan kita untuk melakukan cicilan tanpa kartu kredit, termasuk cicilan tiket pesawat, hotel dan lainnya.

Ternyata eh ternyata! Traveloka Paylater tidak hanya berguna untuk pemesanan tiket pesawat saja, tetapi juga bisa untuk pembelian tiket kereta api, tiket kereta bandara, tiket bis shuttle, bayar rental dan juga transortasi bandara. Nah, bagi kalian yang hobi traveling tentu bisa juga untuk reservasi kamar hotel dan juga makan di restoran.

Bahkan bagi kamu yang hobi nonton kamu juga bisa menggunakannya untuk pembelian tiket bioskop atu tiket atraksi dan aktivitas lainnya. Tak hanya itu kamu juga bisa bayar tagihan melalui fitur yang multiguna ini seperti membayar tagihan listik, tagihan internet, tagihan BPJS Kesehatan dan juga tagihan Asuransi. So, jangan sampai listrik rumahmu mati gara-gara tidak bisa membayar listrik ya!

Mengapa Menggunakan Traveloka Paylater ?

Cepat dan Mudah Pengajuannya

Mendaftar Traveloka Paylater, kita hanya perlu memiliki KTP dengan ketentuan berusia antara 21 sampai 70 tahun. Kemudian mengisi formulir pendaftaran melalui aplikasi dan tunggu customer service Traveloka Paylater menghubungi untuk melakukan verifikasi pendaftaran. 

Limit Awal Sampai 10Juta Rupiah

Setelah pendaftaran disetujui, kita akan mendapat limitnya lumayan besar untuk pengguna baru. Limit yang diberikan mulai dari 1 juta hingga Rp 50 juta. Limit akan secara berkala dapat ditingkatkan berdasarkan tingkat skor dan level paylater kita. 

 

Bebas Biaya Administrasi

Dengan Traveloka PayLater tidak ada biaya yang ditutup-tutupi alias hiden fee. Bahkan membebaskan para pengguna dari beban biaya administrasi. Jadi, uang yang cair nilainya sama dengan nominal pengajuan dana. 

Bunga Ringan dan Flat

Dengan Traveloka PayLater bunga yang diberikan cukup ringan yaitu 2.25%-4.80% per bulan dan sifatnya flat, tergantung pada masa cicilan yang dipilih. Tapi, dengan bunga segitu tentu tidak sebesar bunga pinjol yang lebih menyiksa nasabah. 

Penggunaan Lebih Praktis

Tak perlu khawatir, dengan Traveloka Paylater kita bisa menunda pembayaran dengan cara mencicil untuk berbagai kebutuhan. Selain itu kita juga dimudahkan dengan transaksi lainnya berupa virtual number. Jadi belanja pun menjadi lebih praktis

Ada beberapa alasan saya menggunakan Traveloka Paylater yaitu karena proses pendaftarannya sangat mudah. Tidak sulit seperti saat akan mengajukan kartu kredit. Cukup bermodal KTP, kita sudah bisa mengajukan fitru paylater ini. Bunganya yang ringan tentu menjadi sebab saya harus memiliki Traveloka Paylater untuk berjaga-jaga disaat darurat. Tentunya yang lebih menggiurkan yaitu limitnya yang terbilang lumayan besar, bisa mencapai 50Juta. Pastinya, kita juga harus menggunakannya secara bijak, tidak untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Tidak seperti pinjol, Traveloka Paylater bebas biaya administrasi, bahkan tidak ada biaya tersembunyi atau hidden fee. Jadi uang yang dicairkan tentu nominalnya sesuai dengan nominal saat pengajuan dana. Apalagi selain Traveloka Paylater, kita juga dimudahkan dengan transaksi yang lebih praktis tentunya didukung fitur Virtual Number.  

Apa Itu Virtual Number ?

PayLater Virtual Number adalah fitur terbaru yang dapat digunakan sebagai alternatif belanja online, tentunya akan mempermudah saat melakukan transaksi paylater. Fitur ini memberikan kenyamanan dan keamanan dalam melakukan transaksi online yaitu dengan 16 digit nomor kartu virtual yang unik.

PayLater Virtual Number juga dengan 16 digit angka, tanggal kedaluwarsa kartu, serta kode CVV (Card Verification Value) yang dapat digunakan untuk transaksi di sejumlah situs belanja online ternama.

Menyelami aplikasi yang multiguna ini tentunya kita dimanjakan dengan berbagai fitur-fitur yang mempermudah penggunanya. Selain adanya Traveloka Paylater, kita juga disuguhkan dengan Fitur Virtual Number yang mana dari keduanya sama-sama memberikan kemudahan saat bertransaksi. Nah, sebagai pengguna tentu kita harus tahu bedanya dong.

Perbedaan yang sangat mencolok tentu ada pada limit yang diberikan. Namun untuk bunga tidak ada perbedaan saat mencicil yaitu tetap sama 2,25% sampai dengan 4,78%. Adanya Virtual Number kita dapat menggunakannya diluar dari Aplikasi Traveloka, berbeda halnya dengan Traveloka Paylater yang hanya dapat digunakan khusus pada aplikasi Traveloka. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pada tabel berikut ini.

Liburan Dulu, Traveloka Paylater Kemudian…

Dulu saya beranggapan bahwa nasib saya berbeda dengan mereka yang seringkali tanpa beban traveling ke berbagai tempat. Seolah mereka memiliki banyak uang untuk mengunjungi destinasi yang menurut saya tidak murah. Namun, ternyata perspektif saya yang salah. Mereka dengan mudahnya melakukan traveling ke berbagai tempat karena mereka memiliki komunitas, dengan begitu mereka bisa share cost untuk menghemat biaya. 

Bahkan solo traveler pun juga terasa ringan melangkah ke berbagai lokasi wisata karena mereka menghasilkan tambahan uang dari konten yang mereka buat, terlebih jika mereka seorang influencer. Pelajaran inilah yang kini membuka mata hati saya untuk melakukan apa yang menjadi passion, walaupun kendalanya tentu ada pada biaya. Namun, saya tak perlu khawatir karena sudah ada Traveloka Paylater. 

Traveloka Paylater sangat bisa menjadi andalan saya saat traveling dengan budget pas-pasan. Jadi tak perlu lagi bingung jika dalam kondisi terdesak kita tidak memiliki ongkos untuk balik. Cukup manfaatkan Traveloka Paylater untuk memudahkan setiap perjalananmu, Jujur Guna Banget!

Daftar

Referensi

Sumber Referensi

https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater

https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater-virtual-number

https://www.traveloka.com/id-id/travelokapay/paylater-card

Foto / Gambar

Traveloka Paylater

Adhi Hermawan

Infografis / Illustrasi

Adhi Hermawan

Freepik.com

Video / Youtube

Chanel Youtube: Traveloka

“Dengan adanya Traveloka Paylater, saya sudah tidak minder lagi untuk menjadi traveler. Bahkan saya sudah merencanakan wishlist destinasi wisata yang pastinya dengan mudah dapat terwujud dengan adanya Traveloka Paylater. Jujur Guna Banget!”

Jujur Guna Banget