Notice: WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/cre4ble/public_html/wp-includes/functions.php on line 5663
Tips Sederhana Mencegah dan Mengatasi "Mask Acne" Akibat Penggunaan Masker - Adhi Hermawan

Tips Sederhana Mencegah dan Mengatasi “Mask Acne” Akibat Penggunaan Masker

74,5% petugas medis mengeluhkan masalah kulit akibat penggunaan masker, salah satunya jerawat yang muncul mulai  dari daerah pipi hingga hidung. Bagaimana solusinya? simak artikel berikut ya!

Pandemi dan Masker

Pandemi telah mengubah banyak hal dalam rutinitas harian dengan cara memunculnya kebiasaan baru, salah satunya dalam menerapkan Prokes atau protokol kesehatan. Kita diharuskan menjaga jarak antara satu dengan yang lain, mencuci tangan lebih sering, menggunakan masker setiap saat, guna mencegah penularan Covid-19.

Masker dan pandemi, seolah menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Masker kini menjadi hal penting yang harus di bawa kemana-mana saat berada atau melakukan aktivitas di luar rumah. Sayangnya, penggunaan  masker setiap saat memunculkan masalah baru bagi sebagaian orang, salah satunya yaitu mask acne (maskne) atau jerawat masker. Meski sudah menggikuti anjuran untuk mengganti masker setiap beberapa jam sekali namun, Maskne sering kali muncul tanpa diduga.

Lalu apa ya, yang menyebabkan mask acne muncul meskipun kita sering mengganti masker? Apa yang menyebabkan maskne ini timbul?

Penyebab Mask Acne

Perlu kamu ketahui, ternyata kamu tidak sendirian menghadapi masalah jerawat masker ini. Maskne juga menjadi masalah yang sering dikeluhkan oleh sebagian orang. Bahkan 74,5% Petugas medis yang merawat pasien COVID-19 juga sering kali mengeluhkan hal tersebut, terutama pada bagian daerah pipi dan hidung yang paling sering terpapar jerawat  (75.4% dan 71.8%).
Maskne selain menimbulkan jerawat di hidung, dagu, dan area wajah, hal ini tentunya dapat mengurangi rasa percaya diri. Dalam webinar bertajuk MASK-NE atau Mask Acne, dr. Sonia Hanifati, SpDV memaparkan beberapa hal yang menyebabkan jerawat masker timbul, diantaranya:
Minyak (Sebum)
Produksi minyak berlebih atau Hyperseborrhea menjadi salah satu faktor utama terjadinya jerawat. Tidak hanya itu, perubahan komposisi sebum atau dysseborrhea, perubahan hormone androgen & kortisol, dan Insulin Growth Factor (makanan) juga sering kali menjadi faktor timbulnya jerawat.

Sel kulit (keratinosit)
Gangguan pada sel kulit mati juga sering kali menjadi faktor timbulnya jerawat, beberapa masalah sel kulit ini diantaranya adanya sumbatan pada pori atau hyperkeratosis, dan adanya gangguan pengelupasan sel kulit.

Pertumbuhan Bakteri (Cutibacterium acnes)
Jerawat juga sering kali muncul akibat adanya pertumbuhan bakteri, wajah yang kotor dan jarang mendapatkan perawatan tentunya bisa menyebabkan munculnya pertumbuhan bakteri yang tiba-tiba muncul di kulit wajah.

Peradangan (inflamasi)
Gesekan benda yang terjadi diantara wajah tentunya juga bisa menjadi penyebab terjadinya maskne. Pergesekan kulit wajah dengan masker dalam jangka waktu lama bisa menjadi penyebab terjadinya inflamasi atau peradangan bagi kulit wajah. 

Itulah beberapa hal yang menjadi faktor penyebab munculnya jerawat. Jika di area wajah muncul komedo, papul dan nodus, itu artinya gejala jerawat akan muncul pada wajah kamu. Lantas bagaimana untuk pencegahannya?

Tips Mencegah dan Mengatasi Mask Acne

Penggunaan masker menyebabkan masalah baru pada wajah, yaitu munculnya mask acne atau jerawat masker. Simak tips berikut ini untuk mengetahui pencegahannya ya!

1. Pilih Masker yang Tepat

Sering kali kita lebih memilih masker hanya memperhatikan warna dan motif dari masker tersebut. Tentunya itu boleh saja, namun ada hal yang lebih penting dalam menentukan sebuah masker yang tepat salah satunya yaitu dalam pemilihan bahan atau kain masker. Usahakan memilih masker dengan bahan yang lembut yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Selain itu juga pilihlah masker yang cukup lebar sehingga mampu menutupi permukaan hidung hingga di bawah mulut. 

2. Menjaga Kebersihan Masker

Pastikan kamu selalu menjaga kebersihan masker. Masker yang berdebu tentunya akan menimbulkan jerawat, bukan! Oleh karena itu, selalu membawa masker lebih dari satu jika kamu bekerja di luar ruangan atau di area berdebu. Jagalah kebersihan masker agar tetap memberikan kenyamanan setiap saat. Cuci segera masker bila perlu, dan ingat jangan menggunakan bahan-bahan dengan kandungan berbahaya saat mencucinya ya.

3. Rajinlah Mencuci Wajah

Semakin kamu rajin mencuci wajah, semakin cerah dan bersih wajah kamu. Dengan rutin mencuci wajah, tentunya akan mencegah munculnya jerawat. Gunakan produk pendukung seperti cleansing milk, clensing oil dan produk yang cocok dengan kulitmu untuk membantu mengangkat kotoran pada wajahmu. Aplikasi skincare 30 menit sebelum memakai masker. Jangan lupa gunakan pelembap juga, terutama yang mengandung bahan aktif untuk mengurangi produksi sebum. 

4. Mengatur Komposisi dan Pola Makan

Menjaga pola makan dan mengatur komposisi makanan yang akan masuk kedalam tubuh juga dapat mencegah timbulnya jerawat. Hindari makanan/minuman yang mengandung indeks glikemik tinggi seperti susu sapi & turunannya (dairy). Hal ini untuk mencegah produksi sebum atau minyak yang berlebih. Usahakan makan makanan yang bergizi dan sehat secara cukup. 

5. Konsultasi ke Dokter Kulit Berpengalaman

Jika kamu memiliki masalah kulit yang tak kunjung membaik, saatnya konsultasikan dengan dokter kulit yang berpengalaman. Jangan menyepelekan dalam hal mengatasi permasalahan kulitmu karena akan berdampak pada masalah yang lebih besar. Carilah dokter terdekat yang memiliki spesialis dibidang kulit untuk membantumu mengatasi permasalahan kulitmu. Rekomendasi dokter kulit Bekasi ataupun dokter kulit Jakarta Pusat yang terdekat yaitu dr. Sonia Hanifati SpDV. 

dr. Sonia Hanifati SpDV

Dokter Kulit Berpengalaman

Spesialis Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007-2012
Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2015-2019

Biasanya apa sih yang dikerjakan oleh dokter spesialis kulit dalam menangani pasien yang terkena jerawat? 

1. Dokter kulit biasanya meresepkan obat oles maupun minum sesuai dengan derajat keparahan acne.
2. Ekstraksi komedo, proses pengangkatan komdedo.
3. Chemical Peeling, teknik untuk memperbaiki tekstur kulit wajah
4. Laser NdYAG, treatment yang satu ini dikhususkan terutama untuk bekas jerawat yang memiliki warna gelap.
5. 
Laser C02, Bekas jerawat yang punya tekstur bopeng.

Itulah beberapa penanganan yang dilakukan dokter kulit dalam mengatasi jerawat pada wajah.  

Kamu memiliki masalah kulit?
Segera konsultasikan saja dengan dokter berpengalaman dr. Sonia Harifati SpDV. Mengapa saya merekomendasikan dr. Sonia? Karena beliau merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin yang telah berpengalaman. Sepak terjangnnya dalam menangani masalah kulit sudah tidak diragukan lagi.

Aktivitas saat ini dr. Sonia sehari-hari praktik di RS Budi Kemuliaan, Bamed Skincare dan Dermatoven Clinic. Selain  itu dr Sonia juga merupakan founder dari thegoodchem.com, kalian juga bisa kepo melalui instagramnya di @thegoodchem. Jadi tak perlu ragu lagi dalam mencari dokter kulit terdekat yang berpengalaman dalam hal mengatasi masalah kulit terutama jerawat pada wajah.

Anda Memiliki Masalah Kulit ?

Saatnya konsultasikan ke dokter kulit terdekat dan berpengalaman

dr. Sonia Hanifati SpDV

Dokter Spesialis Kulit yang Berpengalaman

Kamu penasaran ingin tahu lebih lanjut tentang dr. Sonia, bisa kepoin lebih lanjut di medsosnya berikut ini!