ASIAN GAMES 2018
Sarana Menuju Indonesia Maju dan
Persatuan Bangsa

Begitulah orasi Bung Karno saat itu sambil menunjuk-nunjukkan ujung tongkatnya ke arah maket rancangan Stadion untuk persiapan penyelanggaraan Asian games ke IV tahun 1962 kala itu.

Indonesia kala itu masih berusia belia, 17 tahun. Namun hasrat bapak bangsa saat itu Soekarno, menjadikan Indonesia sebagai Tuan Rumah Asian Games yang ke IV begitu menggebu untuk menunjukan kepada mata dunia bahwa Indonesia dengan umurnya yang masih muda mampu menjadi negara yang besar, berdaulat dan kuat.

Dalam keyakinannya, kala itu tak sedikit yang meragukan kemampuan Indonesia menyelenggarakan ajang olahraga negara-negara Asia tersebut karena baru saja merdeka. Namun, Soekarno seorang bapak bangsa yang optimis, tidak pernah menggubris kicauan-kicauan yang meremahkan tersebut. Ia yakin dalam empat tahun Indonesia mampu bersiap menjadi penyelenggara yang baik dengan sarana dan prasarana yang mumpuni.

Babak Baru Penyelengaraan Asian Games di Indonesia, Dimulai!

Persiapan dan pembangunan berbagai infrastruktur saat itu gencar dilakukan untuk menyambut negara-negara Asia berkompetisi di ajang Asian games. Presiden Soekarno saat itu berkata “berapapun biaya yang harus dikeluarkan tidak menjadi masalah, asalkan harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia diakui.”

Indonesia sebagai bangsa yang baru merdeka kemudian membangun Stadion Utama yang kini dikenal sebagai Gelanggang Olaghraga Bungkarno (GBK) dengan kapasistas 100.000 sebagai salah satu stadion terbesar di Asia Tenggara. Diikuti dengan pembangunan komplek olahraga Senayan, istana olahraga (Istora) untuk bulutangkis, kolam renang dengan kapasitas 8.000 penonton, pembangunan lapangan tenis dan berbagai fasilitas olahraga lainnya.

Tidak hanya itu, pembangunan Patung Selamat Datang, Hotel Indonesia dan Jembatan Semanggi juga dilakukan untuk menyambut atlet dari berbagai negara di Asia. Pembanguanan pesat dalam waktu singkat ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bergerak maju dan cepat.

Pembangunan Stadion Gelora Bung Karno, Sumber Foto: Merdeka.com

Bung Karno turut megeluarkan Keputusan Presiden No. 79 tahun 1961 yang mengharuskan semua kegiatan olahraga untuk berada dalam satu pusat komando agar bisa dilakukan secara terpimpin, terkendali dan terencana. Oleh karena itu, seluruh rakyat diikutsertakan, seluruh dana dikerahkan sehingga menjadi satu gerakan massa olahraga yang masif.

“Revolusi keolahragaan kita adalah sebagian daripada nation building Indonesia, revolusi kita untuk membentuk manusia baru Indonesia, antrapologis, rasial, adalah sebagian daripada nation building Indonesia. Pendek kata, Saudara, kita ini sekarang semuanya memikul tugas besar yang di dalam satu perkataan dinamakan nation building,” Sebagaimana diorasikan Bung Karno dalam suatu pidatonya.

Dan Kini Sejarah Terbaik Asian Games Terulang Kembali, Untuk Indonesia!

Dalam Tesis yang berjudul “Pesta Olahraga Asia (Asian Games IV) tahun 1962 di Jakarta : Motivasi dan Capaiannya, karya Amien Rahayu mengungkapkan bahwa Asian games 1962 dijadikan oleh Presiden Soekarno untuk mengangkat nama, harkat dan martabat, serta prestasi olahraga Indonesia di level Internasional.

Gegap-gempita Asian Games 1962 silam mampu terselenggara dengan sukses, menjadikan Jakarta sebagai Ibukota Negara yang modern serta tentunya mampu menjunjung Indonesia menjadi negara yang harkat dan martabatnya diakui bangsa-bangsa lain.

Semangat Bung Karno dengan Asian games 1962 itu pula yang dipegang teguh bangsa Indoensia yang saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk kembali mengulang sejarah itu. Menyelenggarakan Asian games dengan lebih semarak dan sukses serta mampu menjadi sarana unjuk gigi, menunjukan kekuatan bangsa dan negara Indonesia kepada dunia internasional khususnya negara-negara Asia bahwa bangsa dan negara yang besar ini tengah bersiap menuju era baru, Menuju Indonesia Maju.

Upacara pembukaan Asian Games 1962 dan 2018

  • Pembukaan Asian Games 1962 dilakukan oleh Presiden Soekarno di GBK Senayan, Jakarta.
  • Pembukaan Asian Games 2018 dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di GBK Senayan, Jakarta

 

Sumber Foto: Kolase twitter/ @kemenpora, Instagram/@jokowi

Benar saja meski persiapan dalam jangka waktu yang singkat 3,5 tahun Indonesia tetap mampu sukses menyelenggarakan perhelatan Asian games 2018. Dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi 3,5 tahun tersebut mampu disulap menjadi kesusksesan menghadirkan infrastruktur dan sarana olahraga yang berstandar Internasional.

Sehingga saat ini kita memiliki beberapa fasilitas olahraga kelas dunia, diantaranya ada Shooting Range atau arena menembak dengan fasilitas terbaik dunia. Indonesia juga memiliki arena JetSki Ancol sebagai salah satu yang termegah dan berstandar dunia dengan bangunan seluas 2 hektare. Selain itu venue Akuatik Indonesia juga disebut-sebut sebagai venue terbaik se-Asia dengan desain kekinian. Serta tentu venue yang banyak menjadi sorotan yaitu Velodrome sebagai venue cabang balap sepeda dengan predikat katgori 1, yang artinya memenuhi standar lintasan balap sepeda standar dunia, dan layak mempertandingkan event skala dunia seperti Olimpiade. Dan masih banyak lagi venue atau arena olahraga lainnya yang dibangun dengan standar terbaik untuk kesuksesan Asian games jakarta-Palembang 2018.

Selain itu Indonesia sebagai penyelenggara, juga mampu menunjukan karakteristik bangsa sebagai bangsa yang ramah dan dengan bahagia menyambut dan memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu undangan peserta Asian Games 2018. Terbukti Indonesia mampu memberikan pelayanan terbaik kepada 17.244 orang atlet dan official dari negara-negara Asia, serta 11 ribu jurnalis. Semua merasa tenang dan senang hadir di Indonesia.

Dan yang paling terpenting adalah semua perbedaan yang ada dan hadir diantara kemajemukan rakyat Indonesia kemudian sejenak melebur menjadi satu. Satu nyawa, satu cita dan satu cinta, yaitu Indonesia. Semangat dan teriakan-teriakan IN-DO-NE-SIA menggema di setiap penjuru kursi-kursi penonton, di jalan-jalan dari kampung-kampung serta rumah-rumah warga. Semua satu warna dan satu cita; berteriak memberi semangat dan mendoakan para atlet, agar Indonesia menjadi juara.

Sumber Foto: Bolasport.com , Twitter/@jokowi

“Mari merapatkan dukungan untuk perjuangan atlet-atlet Indonesia!,” seru Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi yang baru diunggahnya beberapa saat lalu.

Terbukti, selain sukses menyelenggarakan Indonesia tiba-tiba muncul sebagai negara yang prestasi olahraganya makin membaik, bertengger di peringkat 4 dalam tabel klasemen perolehan mendali dengan 30 mendali emasnya. Buah dari kerja keras pembinaan dan semangat para atlet serta tentunya dukungan pemerintah, dukungan, doa dan semangat 260 juta lebih jiwa rakyat Indonesia dalam memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini.

Sumber Foto: Twitter/@jokowi

“Saya ingin naik motor lagi dan terbang ke udara. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat merah putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada cara Penyerahan Bonus Kepada Peraih Medali Asian Games 2018, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9) pagi.

Kita lupa kita berbeda, kita lupa kita tidak se-agama, tidak sesuku dan tidak sama warna kulitnya. Kita hanya ingat bahwa kita satu, kita Bhineka Tunggal Ika, kita Indonesia! Kita yang mengisi relung-relung pondasi kesuksesan Asian games ke XVII Jakarta-Palembang 2018 sebagai ajang olahraga yang semarak dan sukses.

Oleh sebab itu mari kita jaga semangat persatuan yang tergambar di ajang Asian Games 2018 ini, meskipun Asian Games telah berakhir hendaknya persatuan dan kepaduan seluruh rakyat Indonesia mampu kita pertahankan dan kita jalin hingga esok dan selamanya. Mari bersama-sama menuju Indonesia maju!

Sukses Asian Games 2018, Menuju Indonesia Maju.

Sumber Referensi:

setkab.go.id/asian-games-2018-sukses-presiden-jokowi-sampaikan-apresiasi-kepada-semua-pihak-terkait/

setkab.go.id/punya-banyak-arena-berkelas-dunia-pengurus-olahraga-perlu-agresif-gelar-kejuaraan-internasional/

setkab.go.id/h-5-asian-games-2018-presiden-jokowi-mari-rapatkan-dukungan-untuk-atlet-atlet-indonesia/

“Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno”, buku yang diterbitkan untuk merayakan 42 tahun Gelora Bung Karno: Grasindo.