JADI RELAWAN AKTIF
#AsikTanpaToxic BERSAMA
NATSBEE HONEY LEMON

“Menjadi relawan untuk aksi kemanusiaan akan mengajarkan kita makna dari berbagi, menjadi keluarga kedua bagi para korban bencana. Dengan menjadi relawan juga dapat menjadi cara yang bermakna dan positif untuk menarik diri dari padatnya rutinitas harian. Sejatinya para relawan mengetahui bahwa hidup bukan hanya sekedar materi.” – Azmi Aflah Fadhila (Relawan Indonesia)

Jadi Relawan untuk Aksi Kemanusiaan, Siapa Takut!

Pertemuan dengan kawan lama terkadang memicu kita untuk cerita banyak hal tentang pencapaian apa yang sudah kita lakukan sampai dengan detik ini, tak ubahnya dengan masa lalu kita yang sering kali terungkap kembali. Kami bertiga pernah menjadi bagian dari sebuah persahabatan saat duduk di bangku pendalaman materi, ialah aku, Hafidz dan Syakuri. Persahabatan yang singkat namun menyisakan banyak kenangan manis dan pahit, berbagi dalam suka maupun duka, sesekali bergurau untuk hal yang menguras pikiran.

Jadi sibuk apa sekarang jom ?

Awal pertanyaan yang seringkali terucap untuk memulai perbincangan setiap kali kita bertemu. Oh iya, (jom) adalah panggilan persahabatan untuk status kita yang masih jomblo. Hafidz, seorang mahasiswa ekonomi yang tengah sibuk membuat laporan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) di salah satu konsultan perpajakan. Syakuri, mahasiswa sekaligus pengusaha pakaian kemeja yang telah melesatkan bisnisnya ke plosok Nusantara. Dan aku, seorang mahasiswa yang masih mencari jadi diri.

Aku yang tengah bingung mengisi sisa-sisa liburan semester, tentu tak ingin hari-hariku melebur tanpa sesuatu yang bermanfaat. Ingin rasanya memiliki kesibukan seperti mereka, bersosialisasi dengan orang lain, menambah peluang usaha, dan yang pasti keluar dari zona aman.

Kalo gitu jadi Relawan untuk Aksi Kemanusiaan aja jom?

Saran dari Hafidz, yang berusaha membantuku untuk mencari aktifitas dipenghujung liburan semester. Pekerjaanya di bidang konsultan membuatnya semakin banyak jaringan dengan klien bisnis dari berbagai kalangan, termasuk salah satu pemilik yayasan yang bergerak di bidang aksi kemanusiaan.

Dengan perasaan senang dan tertantang “Oke. Siap! Siapa Takut!” Jawabku.

Aksi Pertama, Jadi Relawan untuk Korban Bencana

Nusa Tenggara Barat sedang berkabung, bencana gempa bumi yang telah meluluhlantakan sebagian besar desa di pulau Lombok beberapa minggu yang lalu, menjadi aksi pertamaku untuk terjun menjadi relawan. Misi kami yaitu untuk menyalurkan bantuan yang telah terkumpul dari para donatur untuk korban gempa di Lombok. Perjalanan kali ini terpaksa kami tempuh melalui jalur darat, karena kami harus menjemput tim medis yang ikut serta dalam aksi kemanusiaan ini.

Mungkin bisa dibilang ini adalah perjalanan pertamaku yang akan memakan waktu lebih lama untuk sampai ketempat tujuan. Kalian bisa bayangkan! butuh berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk sampai ke Lombok dari titik awal kami yang berada di Jakarta. Pastinya ini adalah perjalanan yang menantang bukan!

Baru saja memulai perjalanan, kami sudah dihadapkan dengan kondisi macet di Ibukota. Polusi kendaraan bertebaran dimana-mana, bunyi klakson yang tak pernah lepas dari tangan pengemudi dan belum lagi desakan motor yang ingin mendahului terkadang membuat kami sedikit stress dengan kondisi yang ada. Walaupun begitu kami harus tetap melangkah untuk aksi kemanusiaan ini.

Perjalanan yang kurang lebih kita tempuh selama 32 Jam melalui jalur darat ini tentu tidak serta merta berjalan dengan lancar, banyak halangan dan rintangan yang mesti kita hadapi dengan sabar. Antrian kapal menyandar akibat dermaga yang rusak karena gempa membuat kami menunggu teralu lama, ban yang tiba-tiba bocor saat menyeberang juga menjadi masalah bagi kami, belum lagi perbaikan jalan yang membuat kami harus mencari jalan lain hingga tersesat ke perkampungan.

Semua peristiwa membuat kami semakin lelah dan penat dengan situasi yang tidak bisa kami tebak sebelumnya. Hal ini tentunya menjadi tantangan terbesar kami terutama bagiku yang baru saja terjun di dunia relawan. Tapi lagi-lagi aku tidak boleh mengeluh dan terus berjuang demi saudara kita yang membutuhkan pertolongan kami.

Perjuangan Belum Berakhir, Saudara Kita Menunggu!

Pukul 08.00 pagi Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA) kami sampai di dermaga pelabuhan Lembar, Lombok. Banyak penjagaan yang dilakukan oleh petugas negara seperti Polisi dan TNI yang membuat kami sedikit panik. Kami pun  dihadang untuk dimintai keterangan jika ingin memasuki wilayah bencana. Dengan membawa misi kemanusiaan, syukurlah kami diizinkan masuk, dengan catatan kami tidak boleh melewati jalur pusuk. Berdasarkan informasi, jalur tersebut tidak aman untuk dilalui karena adanya pohon tumbang dan longsor.

Setelah lolos dari penjagaan, kami berniat untuk beristirahat dan sarapan setelah menghabiskan hampir 7 jam berada di dalam kapal. Namun sangat disayangkan, tak satupun warung yang buka untuk kami singgahi, dengan terpaksa kami harus menahan lapar sampai menemukan warung atau tempat peristirahatan berikutnya. Tak bisa dipungkiri, dalam kondisi semacam ini kita teringat dan merasakan kelaparan seperti saudara kita yang menjadi korban gempa.

Di perjalanan menuju lokasi pengungsian, rasa lapar kami tiba-tiba menghilang karena dihadapkan dengan pemandangan yang luar biasa mengejutkan. Kondisi jalan yang rusak, rumah-rumah yang hanya tinggal reruntuhan puing, bahkan para korban yang luka-luka akibat tertimpa runtuhan rumah mereka, itulah yang menyadarkan kami harus segera sampai di lokasi pengungsian. Rasa kepedulian kami terhadap mereka adalah bantuan kami yang harus segera sampai dan tersalurkan kepada mereka korban bencana gempa.

Jadi Relawan Harus Aktif, Jaga Stamina, Peduli Kesehatan!

Kami merasakan betapa pedihnya hidup mereka disana, tidak ada tempat bernaung melainkan atap terpal dan alas tikar sebagai pelindung diri. Polusi udara dimana-mana, bukan karena asap kendaraan seperti di Ibukota melainkan debu yang berterbangan karena tekstur tanah yang bercampur pasir. Makan pun seadanya, lagi-lagi mie instant dan makanan cepat saji yang mengharuskan kami untuk mengkonsumsinya. Gaya hidup tidak sehat seperti inilah yang menyebabkan toxic masuk ke dalam tubuh kita.

Sebagai seorang relawan kita harus tetap aktif, menjaga stamina tubuh kita harus tetap fit karena tugas kita adalah membantu masyarakat disana. Jangan sampai kita jatuh sakit dan merepotkan orang-orang yang seharusnya mendapatkan pertolongan dari kita. Oleh karena itu ada cara yang menurut saya paling cocok untuk membantu kami dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari racun polusi dan zat-zat yang tidak bertanggung jawab yaitu dengan mengkonsumsi madu dan lemon.

Madu dan lemon diperkaya dengan vitamin yang bermanfaat untuk menggilangkan toxic atau racun akibat polusi lingkungan, pola hidup dan zat yang terkandung di dalam makanan. Namun, pada situasi dan kondisi semacam ini tentu sangat sulit untuk mendapatkan lemon dan madu. Alternatif lainya yaitu dengan mengkonsumsi Minuman Madu Lemon dalam satu kemasan NATSBEE Honey Lemon yang diperkaya dengan Vitamin C. Untuk lebih jelasnya manfaat dari minuman ini, yuk telusuri informasinya dibawah ini.

Madu

Madu merupakan cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis, yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman atau bagian lain dari tanaman atau ekskresi serangga. Madu memiliki manfaat diantaranya sebagai suplemen makanan yang baik, membantu penyerapan kalsium, sebagai antibakteri dan lain lain.

Vitamin C

Manfaat Vitamin C sangat banyak, salah satunya mengandung zat antioksidan  untuk menjaga kesehatan tubuh. Vitamin C juga didaulat sebagai sebuah zat Vitamin yang merupakan racun bagi penyakit kanker. Tidak hanya itu Vitamin C juga bermanfaat untuk menghilangkan toxic akibat zat dan racun yang masuk ke dalam tubuh.

Lemon

Kesegaran air lemon ternyata memiliki banyak manfaat. Lemon juga mengandung sekitar 5 persen asam sitrat dan merupakan sumber yang kaya vitamin C. Tidak hanya itu Lemon juga mengandung banyak vitamin seperti vitamin B, riboflavin dan mineral seperti kalsium, magnesium, fosfor serta protein dan karbohidrat.

Mengenal Manfaat NATSBEE Honey Lemon

Kalian sering merasakan kepenatan dan kegalauan dalam hidup? Pekerjaan tidak produktif yang membuat aktifitas serba terbatas?  Zat berbahaya dan racun bersarang dalam tubuh akibat gaya hidup yang tidak sehat?

Saatnya Bersihkan Hari Aktifmu dengan NATSBEE Honey Lemon!

Emang Bisa?

Jelas bisa dong! Natsbee Honey Lemon merupakan minuman madu lemon yang diperkaya dengan Vitamin C. Rasakan kelezatan madu alami yang menenangkan dan kebaikan lemon yang menyegarkan.  Sangat cocok dengan kalian yang memiliki rutinitas padat dengan tugas yang menumpuk, kemacetan di jalan dengan polusi kendaraan yang sering kali mengusik kesehatanmu, juga makanan cepat saji yang membuat gaya hidupmu yang tidak sehat. Itu semua merupakan permasalahan yang disebut dengan toxic.

 

Ditengah aktivitasku menjadi relawan, tentunya tidak terlepas dari penatnya kegiatan. Polusi, debu dan zat berbahaya tentunya sangat sulit untuk dihindari. Pola dan gaya hidup yang tidak sehat dengan kebutuhan makanan yang serba instan tentu tidak

pastinya aku tidak lupa dengan minuman segar yang satu ini. Kepadatan dalam aktivitas di lapangan, pendataan pengungsi yang harus segera diselesaikan, membuat denah sanitasi untuk korban bencana yang harus dilaporkan nampaknya tidak lagi menjadi beban. Semua ini karena Natsbee Honey Lemon yang selalu menemani dalam setiap aktifitasku.

Kesegaran dari Natsbee Honey Lemon tentu memberikan sensasi yang berbeda untuk aktivitas kita. Kita akan semakin semangat dalam menjalankan kegiatan demi kegiatan tanpa merasa kuatir dengan toxic yang dapat kita tanggulangi dengan mengkonsumsi Natsbee Honey Lemon.

Untuk membantu saudara kita korban bencana gempa tentu kita harus sehat terlebih dahulu. Ada beberapa faktor untuk membangkitkan kesehatan kita dengan pola hidup yang tidak sehat ketika berada dalam kondisi seperti bencana gempa di Lombok salah satunya yaitu dengan meminum minuman lemon dan madu yang akan memberikan semangat bagi kita untuk terus beraktivitas untuk membantu saudara kita disana.

#Kesimpulan

Jadi Relawan yang Aktif sudah pasti bebas dari Toxic…

#AsikTanpaToxic sudah pasti NATSBEE Honey Lemon pilihanya..

Menjadi Relawan ternyata tidak hanya bermodal kemauan, tetapi juga harus sehat, peduli dan juga aktif. Salah satu alasanya yaitu karena kita akan menolong dan membantu orang lain, maka dari itu kita harus menjaga kesehatan terlebih dahulu.

Ada solusi terbaik agar hidup kita tetap sehat, yaitu dengan mengkonsumsi NATSBEE Honey Lemon, minuman madu lemon yang diperkaya dengan Vitamin C.

Di jamin aktivitas kita menjadi Relawan akan lancar dan terbebas dari toxic yang mengganggu kesehatan kita. Dengan minuman madu tanpa pewarna dan pengawet seperti NATSBEE Honey Lemon tentu akan membantu aktivitas kita menolong para korban bencana.

““Looking after my health today gives me a better hope for tomorrow.”

Menjaga kesehatan saya hari ini memberi saya harapan yang lebih baik untuk hari esok.

Anne Wilson Schaef, Living in Proses’s writer

Dapatkan informasi kesehatan bersama Pokka Natsbee Honey Lemon dengan Follow Sosial Media berikut ini!